Peristiwa

Pemimpin ISIS Ledakkan Diri Saat Dikepung Pejuang Suriah

Pemimpin ISIS Abu al-Hassan al-Hashemi al-Quraishi tewas di tangan pasukan AS, pada pertengahan Oktober di Suriah.

Pemimpin ISIS tersebut meledakkan dirinya usai dia dan para pengawalnya dikepung oleh milisi lokal di Kota Jasem.

Kabar tersebut diungkapkan oleh beberapa milisi yang terlibat dalam peristiwa tersebut kepada Reuters.

Militer AS mengatakan bahwa Quraishi tewas dalam operasi yang dilakukan oleh pasukan pemberontak dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di Provinsi Deraa, Suriah Selatan.

Melansir dari Reuters, Jumat (2/12/2022), Provinsi tersebut berada di bawah kendali tentara Suriah usai disepakati perjanjian rekonsiliasi ditengahi Rusia pada 2018 silam.

Perjanjian itu juga membuat Pemerintah Suriah kembali mendapatkan kendali atas Suriah Selatan.

Pada awalnya, Quraishi dan para pengawalnya ditemukan di sebuah tempat persembunyian rahasia di sebuah rumah.

“Pemimpin dan rekannya meledakkan diri dengan sabuk bunuh diri usai pejuang kami berhasil menyerbu tempat persembunyian mereka,” kata Salem al Horani.

FSA telah menerima dukungan dari negara – negara Barat dan Teluk hingga mereka menarik dukungan pada 2018 lalu.

Kendati demikian, para milisi FSA tetap berada di wilayah itu setelah kesepakatan rekonsiliasi di mana mereka menyerahkan senjata berat, tetapi diizinkan untuk menyimpan senjata ringan.

Juru bicara ISIS mengungkapkan, Abu al-Hussein al-Husseini al-Quraishi merupakan pemimpin baru ISIS.

Juru bicara tersebut juga mengonfirmasi bahwa Quraishi tewas saat “memerangi musuh Tuhan”. Namun, dia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai itu.

(*/Editor: Abdul Hadi)

SELENGKAPNYA
Back to top button