Internasional

Presiden Rusia Tetap Diundang Pada KTT G20 di Bali, Oktober 2022

Akhirnya Pemerintah Indonsia buka suara. Presiden Rusia, Vladimir Putin tetap diundang dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan berlangsung di Bali, Oktober 2022.

Kehadiran Putin di KTT G20 ditolak Amerika Serikat dan sekutunya setelah Rusia menyerang Ukraina yang memohon menjadi anggota Nato. Pertempuran kedua negara telah berlangsung lebih sebulan.

Kepastian undangan itu disampaikan Triansyah Djani, Staf Khusus Program Prioritas Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) dan Co-Sherpa G20 Indonesia seperti disiarkan VoaIndonesia yang dikutip MediaBanten.Com, Sabtu (26/3/2022).

Triansyah menjelaskan alasan tetap undangan itu. Presiden atau Ketua G20 berkewajiban mengundang setiap anggota G20. Periode ini, Ketua G20 dijabat Presiden RI, Joko Widodo.

“Presiden G20 tentunya harus mengirim undangan kepada semua anggota dan (aturan) ini sudah berlaku sejak pendirian G20. Nggak ada yang berubah. Kita akan laksanakan sesuai tugas kita sebagai presiden (G20). Kita sudah mengirim tanggal 22 Februari lalu untuk KTT itu sendiri,” kata Triansyah.

Indonesia akan memusatkan pelaksanaan konferensi G20 untuk isu ekonomi, termasuk pemulihan global akibat pandemi Covid 19. Ini merupakan agenda prioritas.

Namun Staf khusus itu tidak mau mengomentari Amerika Serikat dan sekutunya yang hendak memboikot KTT G20 di Bali dan China yang mendukung kehadiran Presiden Rusia.

Triansyah menekankan sebagai negara berdaulat dan menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif, Indonesia menolak tunduk pada tekanan negara lain agar tidak mengundang Putin dalam KTT G20.

Menurutnya, Indonesia terus berkonsultasi dan melobi para mitra dalam G20 pada semua level supaya pelaksanaan KTT G20 di Bali berjalan lancar.

Dia menambahkan Joko Widodo sudah mengundang 19 kepala negara anggota G20 lainnya termasuk Putin untuk hadir dalam KTT di Bali tahun ini.

Sebelumnya. Pemerintah Indonesia belum mengomentari soal Presiden Rusia, Vladimir Putin yang memastikan akan menghadiri KTT G20 yang digelar di Bali pada 30 Oktober 2022 (Baca: Indonesia Masih Diam Soal Kehadiran Presiden Rusia di KTT G20 Bali).

Sementara sejumlah anggota G20, terutama dari negara barat menolak kehadiran Putin, bahkan berupaya mengeluarkan Rusia dari keanggotaan.

Kepastian kehadiran Presiden Rusia pada konferensi tingkat tinggi di Bali itu disampaikan Lyudmila Gorgievna Vorobieva, Duta Besar Rusia untuk Indonesia seperti disiarkan Reuters, dikutip MediaBanten.Com, Kamis (24/3/2022).

Lyudmila membenarkan, banyak organisasi yang berusaha mengusir Rusia, bukan hanya KTT G20 sejak konfrontasi Rusia dengan Ukraina yang sudah berlangsung hampir sebulan.

China mendukung Presiden Rusia, Vladimir Putin tetap hadir di KTT G20. Dukungan ini merupakan sikap jelas yang menolak saran anggota G20 yang melarang Putin hadir.

Bahkan Amerika Serikat dan sekutunya berterus terang, tengah menilai keanggotaan Rusia dalam kelompok 20 negara ekonomi utama.

Namun sikap Amerika Serikat itu bisa jadi tidak disetujui sebagian anggota G20 yang menyebabkan sejumlah anggota tidak akan menghadiri konferensi tersebut.

Indonesia pada periode ini mendapat giliran menjadi Ketua G20.

“Itu akan tergantung pada banyak, banyak hal, termasuk situasi COVID, yang semakin baik. Sejauh ini, niatnya adalah … ia ingin,” kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva dalam konferensi pers.

Ditanya mengenai saran agar Rusia dikeluarkan dari G20, ia mengatakan itu adalah forum untuk membahas masalah ekonomi dan bukan krisis seperti Ukraina.

“Tentu saja pengusiran Rusia dari forum semacam ini tidak akan membantu menyelesaikan masalah ekonomi ini. Sebaliknya, tanpa Rusia akan sulit untuk melakukannya,” katanya.

“Tidak ada anggota yang memiliki hak untuk memberhentikan negara lain sebagai anggota. G20 harus menerapkan multilateralisme yang nyata, memperkuat persatuan dan kerja sama,” katanya dalam jumpa pers. (VoaIndonesia / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button