Peristiwa

Korban Tewas Gempa Cianjur Jadi 272 Orang, Luka 2.046 Orang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mecatat penambahan data korban tewas gempa Cianjur, Provinsi Jawa Barat berskala 5,6 M menjadi 272 orang, korban luka 2.046 dan warga yang mengungsi sebanyak 62.545 orang.

Demikian dikemukakan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto yang dikutip MediaBanten.Com, Jumat (25/11/2022).

Data BNPB juga menyebutkan, total rumah rusak 56.311 dengan rincian rusak berat 22.267 unit, rusak sedang 11.836 unit dan rusak ringan 22.208 unit.

Suharyanto turut menyampaikan bagi masyarakat yang keluarganya meninggal akibat gempa, dapat melengkapi surat sebagai syarat untuk mendapatkan santunan dari pemerintah.

Adapun Suharyanto mengungkapkan pada pekan depan akan dibangunkan rumah tahan gempa sebagai contoh di lokasi terdampak.

Penanganan bencana ini mengerahkan 6.000 personel gabungan dai BNPB, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI dan relawan untuk melakukan pencarian kroban hilang dan mengevakuasi warga yang terdampak gempa.

Tim Gabungan telah melakukan pendistribusian bantuan peralatan dan logistik pada 15 kecamatan terdampak seperti mendirikan dapur umum, rumah sakit darurat dan tenda-tenda pengungsian.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 5,6 magnito (M) terjadi di daratan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022), pukul 13.21 WIB (Baca: Gempa Bumi 5,6 M Terjadi di Daratan Cianjur, Waspadai Susulan).

Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisik (BMKG) mencatat, pusat gempa bumi berada kedalaman 10 Km sebelah barat daya Cianjur dengan lokasi 6.84 lintas selatan (LS) dan 107.05 bujur timur (BT.

Menurut BMKG, guncangan gempa bumi ini dirasakan di Cianjur, Garut, Sukabumi, Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor, Bayah, Renaekek, Tangerang Selatan, DKI Jakarta, Depok, Tangerang dan Bakauheni.

Presiden RI, Joko Widodo atau Jokwi meninjau lokasi terdampak gempa bumi Cianjur, Provinsi Jawa Barat berkekuatan 5,6 magnito (M), Selasa siang (22/11/2022) (Baca: Presiden RI Tinjau Lokasi Gempa Bumi Cianjur Melalui Darat)

Presiden sengaja menempuh jalur darat, tidak menggunakan helikopter untuk memastikan akses jalan yang sempat tertutup agar terbuka kembali dan berfungsi dengan baik.

Setibanya di lokasi, Jokowi meninjau langsung dampak bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 itu di berbagai tempat.

Beberapa lokasi yang ditinjau langsung adalah rumah sakit, daerah terdampak bencana, dan juga posko pengungsian.

(* / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button