Deklarasi Stop Perkawinan Anak

Gerakan Bersama Stop Perkawinan Anak dideklarasikan di Provinsi Banten. Gerakan ini di inisiasi oleh pemerintah daerah, legislatif, lembaga/organisasi perempuan, ormas, akademisi, LSM, organisasi keagamaan, dunia usaha, lembaga pemerhati anak, organisasi pemuda, dan forum anak Indonesia banten.

Deklarasi ini digelar bersamaan dengan peringatan Hari Ibu ke 89 tingkat Provinsi Banten tahun 2017, di Gedung Plaza Aspirasi DPRD Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (19/12/2017). Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Banten Wahidin Halim, Wakil Gubernur Andika Hazrumy, Ketua TP PKK Banten Niniek Nuraini Halim, Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Banten Adde Rosi Khaerunnisa, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Banten  Nani Ranta Soeharta, Ketua Persit Banten, Ketua Bhayangkari Banten, Kepala DP3AKKB Banten Siti Ma’ani Nina, organisasi perempuan dan tamu undangan.

Dalam pembacaan deklarasi di sebutkan bahwa anak perempuan terutama anak dibawah umur merupakan generasi penerus bangsa, oleh karenanya seluruh hak-hak mereka harus dilindungi dan dipenuhi agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, mampu berkreasi dan berinovasi, berdaya saing dan cinta tanah air.

“Kami percaya, perkawinan anak merintangi anak untuk menikmati hak-haknya sebagai anak, perkawinan anak adalah kekerasan dan diskriminasi terhadap anak, perkawinan anak merenggut masa bahagia untuk bermain, belajar dan berkreasi,” ucap beberapa perwakilan organisasi saat membacakan deklarasi didepan Gubernur danWakil Gubernur Banten.

Baca: Gubernur: Presiden Berpesan Generasi Muda Kritisi Upaya Memecah Bangsa

Dalam deklarasi tersebut juga menyatakan bahwa perkawinan anak melanggengkan perempuan dan anak hidup dalam lingkaran kemiskinan dan meningkatkan kerentanan. Perkawinan anak juga merintangi terwujudnya ketahanan keluarga, ketahanan bangsa dan negara.

“Oleh karenanya kami bersepakat bahwa perkawinan anak harus dihentikan sekarang juga. Kami akan terus bergerak disemua wilayah banten untuk menghentikan perkawinan anak,” ucap para deklarator.

Ketua BKOW Provinsi Banten Adde Rosi Khaerunnisa mengatakan, dalam memperingati Hari Ibu tahun ini peran serta perempuan dalam pembangunan bangsa akan semakin baik, begitu juga dengan kebijakan yang bersinergi serta berpihak pada kaum perempuan.

“Peringatan hari ibu dimaksudkan untuk mengingatkan kembali tentang pentingnya peranan dan kedudukan kaum perempuan dalam pembangunan berbangsa dan bernegara serta peran sertanya dalam mewujudkan kesejahteraan keluraga,” kata Acie sapaan Adde Rosi.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan peringatan Hari Ibu merupakan simbol kebaikan. “Saya bisa jadi Gubernur karena doa dari ibu dan istri saya. Dia mendampingi saya bisa menjadi gubernur seperti sekarang ini,” kata WH sapaan akrab Gubernur Banten.

Karena itu, Gubernur Wahidin mengingatkan agar jangan pernah meremehkan kehebatan, kemampuan dan kehandalan para ibu, karena ketika mereka benar-benar turun tangan, bisa selesai semua masalah. “Ibu itu seperti perjalanan spiritual. Kalau masih ada ibu tumpahkan semu, tempat kita disitu untuk meminta saran. Mumpung masih sehat kita wajib mengurus ibu, kalau tidak menyesal seumur hidup,” ucapnya.

Kepala DP3AKKB Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina menyebutkan, rangkaian peringatan hari ibu tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya pelayanan KB kepada masyarakat disekitar KP3B bekerjasama dengan BKKB, selain itu talkshow tentang peranan ibu dan anak di era digital, pelayanan imunisasi difteri, bazar murah dan lomba tumpeng.

“Kami juga melaksanakan isbat nikah bagi 50 pasangan di Kabupaten Lebak dan Pandeglang,  pemberian buku nikah dan akte kelahiran secara simbolis, penyerahan hasil penilaian P2WKSS dan perekaman E-KTP,” sebut Nina. (Subag Peliputan dan Dokumentasi Pemprov Banten)

Berita Terkait