Dinilai Mirip Ariel Noah, Luncurkan Album Perdana “Tanda Tanya Cinta”

hendra musisi miri ariel noah

Hendra Musisi yang wajahnya mirip Ariel Noah merilis lagu perdananya berjudul “Tanda Tanya Cinta” di Streaming Islamic Stune. “Ini lagu solo pertama saya, baru dirilis 9 November 2019,” kata Hendra, Selasa (12/11/2019).

Soal wajah yang mirip penyanyi Ariel Noah, Hendra yang lahir di Ciparay, Jawa Barat itu merasa tidak kaget. “Teman-teman waktu sekolah yang pertama kali memanggil saya Ariel, berlanjut pada teman-teman di kampus saat kuliah dulu. Hingga teman-teman kerja pun memanggil saya dengan sebutan itu. Kadang orang pertama kali ketemu dengan saya juga begitu. Sudah sejak tahun 2007 hingga saat ini terjadi.”

“Saat saya ikut berbagai audisi di stasiun televisi nasional swasta, orang-orang juga pada manggil saya Ariel. Apalagi sejak saya berkesempatan untuk ketemu dan bertatap muka langsung dengan Ariel. Bagi saya, itu hak mereka untuk berpendapat, dan saya tidak merasa tersindir,” kata Hendra Musisi.

Baca:

Lirik Berpuisi

“Saya telah menulis syair lagu satu buku penuh, dalam kemasan lirik berpuisi, menurut saya hanya cocok di bawakan oleh Ariel dengan bandnya. Kalau saya yang menyanyikanya, orang-orang mengatakan karakter saya jadi sama dengan Ariel. Memasuki belantika musik Indonesia saya tak ingin terperangkap dengan situasi ini, saya ingin memiliki karakter sendiri, dengan lirik-lirik lagu yang lebih lugas,” kata Hendra.

Mengenai single perdananya Tanda Tanya Cinta, Hendra Musisi mengatakan, “Alhamdulillah, dari sekian banyak penyanyi yang bisa bawakan lagu ini, saya yang dapat amanah untuk menyanyikannya. Padahal, saya juga yakin Sugiri Jafar akan sangat baik membawakan lagu ini. Mungkin takdir yang memilih saya untuk menyanyikannya. Saya sangat berterimakasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan dari beliau untuk menyanyikan karya lagunya.“

“Lagu Tanda Tanya Cinta punya makna tersendiri bagi saya. Selain sebagai single perdana, juga jadi realisasi dari istiqamahnya saya untuk menempuh jalur lagu religi sebagai karakter saya di dunia musik. Sebelumnya saya lebih cenderung menulis lagu-lagu umum, bergenre pop yang hanya bertema kisah percintaan. Ini adalah warisan hidayah dari Christ Chandra, sahabat yang saya sayangi, namun ia kini telah tiada. Saya mulai mengenal beliau pada tahun 2017 lalu. Atas inspirasi dari beliau, akhirnya saya memilih untuk menjadi penyanyi nasyid atau lagu-lagu yang berlirik positif,” kata Hendra Musisi.

Hendra Musisi mengatakan, tantangan terberat saat menjalani proses produksi lagu ini hanya pada jarak domisili yang cukup jauh dari studio. Apalagi sempat ulang take vokal. “Selain itu, saya harus optimal dalam penghayatan saat membawakan lagu ini, meskipun tidak mudah. Tapi saya ingin lagu solo pertama saya ini punya rasa untuk meyentuh hati pendengarnya. Alhamdulillah, saya suka dengan hasilnya, Fadly Sutyarahman begitu matang mengaransemen musiknya. Semoga lagu ini dapat memberi manfaat bagi belantika musik di Tanahair,” katanya. (Muhammad Fadhli di Padang)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait