Sosial

Gereja HKBP Serang Sediakan Live Streaming Perayaan Natal 2021

Gereja HKBP Serang menyiapkan live streaming ritual ibadah Natal tahun 2021 bagi umat Kristen yang tidak bisa hadir di gereja di sebelah Alun-alun Kota Serang. Jemaah yang hadir dibatasi karena masih situasi pandemi Covid 19.

Ketua Panitia Natal Gereja HKBP Serang, St. W. Pasaribu mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan pada ibadah natal tahun ini sejak satu bulan yang lalu.

“Kami telah menyiapkan segala macamnya untuk pelaksanaan ibadah agar sesuai protokol kesehatan,” ucap Pasaribu saat ditemui di Gereja HKBP Serang, Jumat (24/12/2021).

Pasaribu menjelaskan, kapasitas gereja tersebut 1.500 orang. Sementara untuk total jamaahnya secara keseluruhan ada 10 ribuan.

“Karena masih pandemi, kita batasi hanya 50 persen saja. Jadi jumlah jamaah yang bisa masuk sekitar 800-an saja,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya sudah menyediakan tiket untuk jamaah yang bisa masuk. Sementara yang tidak kebagian mengikuti dari rumah dengan live streaming.

“Kami sudah bagikan sebelumnya. Jadi nanti kalau besok ada yang tidak bawa tiket akan kita suruh pulang,” katanya.

Dia menegaskan, di depan gereja nanti ada panitia yang menjaga yang akan memeriksa tiket, cek suhu, dan memastikan jamaah menggunakan masker.

“Saya harap jamaah dapat mematuhi aturan yang telah dibuat, karena saat ini masih ada pandemi covid-19,” ujarnya.

Sebelumya, Walikota Serang, Syafrudin memastikan menutup Alun-alun Kota Serang selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk menghindari kerumunan pada fasilitas publik. Ini untuk mencegah penyebaran Covid 19 (Baca: Cegah Kerumunan, Walikota Tutup Alun-alun Kota Serang Selama Nataru).

“Alun-Alun Kota Serang ditutup dari tanggal 24 Desember 2021 sampai tanggal 2 Januari 2022,” ucap Syafrudin saat konferensi pers di Kantor Kominfo Kota Serang, Jumat (17/12/2021).

Politisi PAN ini mengaku telah membuat Surat Edaran (SE) bahwa hotel dan restauran dilarang mengadakan acara khusus menyambut tahun baru.

“Kami sudah ada SE, hotel dan restauran dilarang menggelar acara khsusus menyambut tahun baru ini,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga melarang masyarakat untuk konvoi kendaraan selama masa Nataru tersebut.

“Jadi konvoi kendaraan atau sejenisnya yang dapat menimbulkan kerumunan itu dilarang,” ungkapnya.

Syafrudin menambahkan, pihaknya juga melarang menyalakan kembang api atau petasan.

(Reporter: Hendra Hermawan / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button