Wagub Banten dan Pendamping Jamsosratu Gelar Acara di Bandung

Foto: Subag Peliputan dan Dokumentasi Pemprov

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengapresiasi kinerja pendamping dan operator program Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu) yang sudah membantu pemerintah dalam menekan permasalahan sosial dan angka kemiskinan di Banten.

Demikian disampaikan Andika Hazrumy mengingat permasalahan sosial dan kemiskinan merupakan salah stau permasalahan yang menjadi fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten “Teman teman juga perlu tau, dalam konteks kebijakan pemerintah provinsi banten khususnya saya dengan bapak gubernur. Kami juga fokus untuk menuntaskan permasalahan kesejahteraan sosial dan kemiskinan,” ujar Andika saat memberikan arahannya pada Pembinaan Pendamping dan Operator Jamsosratu di Bandung, Senin (29/10/2018).

“Salah satu harapan kami, kami bertumpu pada teman-teman pendamping,” sambungnya. Pada kesempatan yang dihadiri ratusan pendamping Jamsosratu dari Kabupaten/ Kota se Provinsi Banten tersebut Andika juga menjanjikan kenaikan biaya operasional bagi pendamping, dengan syarat harus benar-benar membawa program Jamsosratu agar dapat diterima secara maksimal oleh para penerima yang sudah kita targetkan, dalam rangka menekan angka kemiskinan.

Baca: Seorang Ibu Melahirkan di Pasawat Lion Air Makasar-Kendari

“Setiap tahun saya targetkan apabila penerima bertambah, operasional pun bertambah,” janji Andika.

Wakil Gubernur meminta dukungan kepada seluruh elemen termasuk para pendamping program, untuk mendukung pembangunan di Provinsi Banten diantanranya dengan turut mensukseskan program – program yang telah dirancang dirinya bersama Gubernur.

“Saya dengan pak gubernur hampir dua tahun menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Masih banyak tadi permasalahan – permasalahan yang harus kita tindak lanjuti untuk segera diselesaikan,” pungkasnya. (Subag Peliputan dan Dokumentasi Biro ARTP Pemprov Banten)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait