Indosat dan Google Luncurkan IM3 696 Untuk Akses Informasi Gratis

IM3 Ooredoo 696 Asisten Google

Indosat Ooredoo dan Asisten Google berkerja sama meluncurkan IM3 Ooredoo 696. IM3 Ooredoo 696 merupakan sebuah layanan yang dapat memberikan akses informasi lebih luas terlebih kepada pelanggan yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses internet atau jaringan.

“Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Indosat Ooredoo mengerti masih banyak penduduk Indonesia yang memilih menggunakan feature phone dibandingkan smartphone dengan berbagai pertimbangan,” kata Ritesh Kumar Singh, Chief Marketing Officer Indosat Ooredoo dalam siaran pers yang diterima MediaBanten.Com, Jumat (22/11/2019).

IM3 Ooredoo membantu dan mempermudah kehidupan sehari-hari agar tetap bisa mengakses informasi apapun yang biasanya hanya bisa didapatkan melalui Internet, cukup dengan tekan 696 secara gratis. Ini merupakan sebuah langkah dari kami untuk memberdayakan dan memperkuat potensi masyarakat Indonesia.

Baca:

IM3 Ooredoo 696 dengan Asistan Google merupakan sebuah solusi penghubung ke dunia digital, karena dengan kemudahan yang diberikan. pelanggan dapat tetap mencari dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan semudah melalui panggilan telpon, tanpa terbebani dengan ketersediaan jaringan internet.

Sekarang pelanggan IM3 Ooredoo terutama yang menggunakan feature phone tidak perlu bingung mau bertanya ke siapa tentang arah jalan, informasi kesehatan, resep masakan, atau lokasi yang sedang dicari. Dengan layanan IM3 Ooredoo 696 pelanggan bisa bertanya apa saja ke Asisten Google langsung dari ponsel.

Layanan IM3 Ooredoo 696 dengan Asistan Google sudah hadir dan bisa dinikmati oleh pelanggan di kota Medan, Sukabumi, Karawang, Jombang, Kediri, dan akan semakin diperluas cakupannya pada tahun depan. (Siaran Pers Indosat Ooredoo)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait