Kadispora: Pembangunan Sport Centre Butuh Dukungan PSSI Banten

Foto: Istimewa

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mewujudkan Sport Centre yang direncanakan dibangun dalam waktu lima tahun ke depan. Proses merealisasikan pembangunan itu membutuhkan dukungan dari para pelaku olahraga, termasuk Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Banten yang baru menyelenggarakan kongres di Hotel Ratu, Kota Serang, Sabtu (3/2/2018).

“Pertamakali yang direncanakan untuk dibangun adalah stadion sepakbola. Stadion ini akan digunakan untuk pertandingan sepakbola di Provinsi Banten,” kata Deden Apriandi, Kepala Dispora Banten.

Kadispora Banten menyampaikan harapan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy agar Banten akan melahirkan atlet-atlet sepakbola yang dapat berkiprah di tingakat nasional maupun internasional. “Pak Wagub menyampaikan, tolong tantang Asprov Banten. Dari 11 juta penduduk Banten untuk bisa melahirkan dan memunculkan 25 pemain sepakbola yang mampu mengahrumkan nama Provinsi Banten di Kancah Nasional,” ucapnya.

Menurut Deden, harapan lain dari Wagub Banten adalah KONI tidak terkonsentrasi pada pembinaan cabang olahraga bersifat tunggal yang biaya pembinaannya lebih murah. Koni diharapkan bisa berkosentrasi pada pembinaan sepakbola, sehingga sanggup mengirimkan tim ke PON, Sea Games adan Asian Games. “Bahkan, Banten harus mampu mengirimkan atlet-atlet di setiap cabang olahraga,” ujarnya.

Baca: Fahmi Hakim Terpilih Jadi Ketua PSSI Banten Keduakalinya

“Saking cintanya pak wakil gubernur Banten terhadap dunia olah raga, ia sangat berharap menjadi manager  tim sepak bola yang berada di Banten,” ujar Deden Apriandi.

Pembinaan olahraga diyakini tidak mudah dan tidak murah. Namun selama ini Pemprov Banten berusaha mensuport apa yang menjadi kebutuhan cabang-cabang olahrga, baik program melalui Dispora maupun dana yang diberikan melalui KONI. “Dengan Kongres ini, Pemrov Banten berharap lebih meningkatkan sinergisitas antara PSSI dengan Pemrov Banten,” ujarnya.

Ratu Tisha, Sekjen PSSI Pusat, saat menghadiri Kongres PSSI Banten, Pertandingan Perserang dengan Persita Tanggerang, merupakan tak ubahnya pertandingan selama 2 kali 45 menit, antara Mancester United dengan Arsenal. “Berbicara mengenai karakater di Banten setahu saya, kita tidak kasar, tapi keras, kita tidak lemah, tapi lembut, dan satu hal yang pasti di Banten, kita tidak pernah bisa dan juga menerima, apabila ada satu kekalahan yang tertunda, dan kita tidak bisa bangkit,” ucap Sekjen PSSI tersebut.

Ia berharap, kedepannya Pemprov Banten akan semakin maju untuk bisa menghargai kemenangan dan juga kekalahan, menjungjung tinggi respek, disiplin, Fair Play, sportifitas, dan menolak menyerah serta akan dapat membuktikan dimata Internasional.

Kongres PSSI Banten di Hotel Ratu itu menghasilkan, Fahmi Hakim terpilih kembali sebagai ketua PSSI Banten untuk periode keduakalinya. Fahmi mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dari semua Askab, Askot, dan culu – club di Banten. “Ini merupakan sebuah amanah selain dari teman-teman, tentunya dari Allah SWT pula. Ini akan menjadi sebuah motivasi bagi saya untuk langkah ke depan. Kita harus perbaiki organisasi secara internal maupun eksternal,” ucap Fahmi. (Ofi)

Berita Terkait