Olahraga

Pelatihan Calon Instruktur ILDI Sudah Digelar 4 Hari di Serang

Dewan Perwakilan Daerah Ikatan Langkah Dansa Indonesia (DPD ILDI) telah menyelengarakan pelatihan calon instruktur angkatan II. Pelatihan ini berlangsung selama 4 hari di Dinas Pemberdayaan Perempuan Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang.

Pelatihan calon instruktur itu sendiri sudah dilaksanakan pada 5 Maret 2024. Pelatihan diikuti 27 peserta calon pelatih, tidak hanya dari Provinsi Banten, tetapi juga dari luar daerah lainnya.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk melahirkan instruktur baru dalam bidang langkah dansa, khususnya di Serang.

Ketua DPW Serang sekaligus yang menginisiasi pelatihan, Asep mengatakan, langkah dansa masih belum dikenal secara luas di berbagai kalangan, terutama di Serang.

“Keberadaan instruktur baru diharapkan bisa membantu menyebarluaskan kesadaran akan pentingnya langkah dansa, serta menjadikan tarian lebih terjangkau oleh masyarakat. Langkah dansa bukan cuma untuk kalangan atas, melainkan dapat dinikmati oleh semua kalangan,” kata Asep, belum lama ini.

Dengan menyasar terlebih Kota Serang, para penyelenggara berharap untuk menghilangkan stigma bahwa langkah dansa hanya untuk kalangan tertentu. Ini merupakan langkah awal untuk memperluas pengetahuan dan apresiasi terhadap seni tari di masyarakat.

Linda, salah satu peserta pelatihan ini mengaku ingin mengukur lebih jauh kemampuannya, terlebih di Serang membutuhkan regenerasi instruktur. Ia tertarik dengan langkah dansa karena bermanfaat untuknya yang sudah memasuki masa tua.

”Kami gak mungkin muda lagi ya, jadi langkah dansa nih cocok buat 40 tahun ke atas, dari gerakan beda dari aerobik tapi tetap disebut olahraga. Langkah dansa tuh berpikir sendiri, ngelakuinnya bikin gak cepet pikun,” ujar Linda.

Langkah dansa sendiri merupakan bentuk melastarikan budaya karena lagu yang dipakai biasanya lagu daerah. Ketua Harian DPD Banten, Nia merasa ikut andil menyebarkan seni dan budaya Indonesia karena penggunanaan lagu daerah sebagai pengiring latihan.

“Kami sempet belajar beberapa lagu dari provinsi lain sih, jadi kita tau lagu sulawesi gimana, dari sumatera, dan jawa. Itu semua kita pelajarin, sebagai bentuk bangga dengan budaya sendiri,” ungkap Nia.

Rini Hukom dari DPP ILDI mengatakan bahwa ILDI sendiri punya tujuan untuk mengangkat lagu daerah Indonesia. “Dengan perkembangan zaman, ILDI dengan visi misinya ini ingin mengangkat lagu-lagu daerah kita, dan tari tradisionalnya disosialisasikan melalui langkah dansa,” ujar Rini.

Dalam upaya ini, ILDI memilih lagu-lagu Indonesia sebagai pilihan lagu, sehingga selain memperkenalkan dan mempromosikan kebudayaan Indonesia, mereka juga mengkombinasikan unsur olahraga rekreasi dan seni tari.

“Walaupun tidak spesifik ke etnik daerahnya, tapi dengan lagu Indonesianya otomatis budaya Indonesia akan terangkat,” lanjutnya.

Dengan terlaksananya acara pelatihan ini, salah satu program yang telah direncanakan oleh DPP Pusat ILDI telah terealisasi. Pusat memiliki harapan kepada seluruh DPD dan seluruh anggota ILDI, pelatihan ini dapat menjadi tempat untuk mencetak instruktur baru.

“Harapan saya kepada seluruh cabang DPD seluruh Indonesia yang bernaung kepada cabang ILDI pusat, mereka harus maju dengan programnya khususnya dalam perkembangan instrukturnya, mencetak instruktur yang handal, profesional dan beretika. Harus menambah pengetahuan dan kemampuan mereka supaya terangkat, kualitas dan kuantitasnya akan menjadi baik,” kata Rini. (*)

Berita ini ditulis oleh Kelompok 8 Kelas 4E Ikom Fisip Untirta beranggotakan Andreas Mikael Tobing, Anindita Putri Soraya, Imam Febriansyah Mulyadi, Muhammad Faisal Akbar dan Nadia Larisa.

Iman NR

Back to top button