Olahraga

Banten Tambah Medali PON Dari Catur dan Biliar, Pencaksilat Dihentikan

Kontingen Banten kembali mengumpulkan medali PON XX Papua. Hingga Jumat (8/10/2021), tambahan medali itu dari Cabang Olahraga (Cabor) Catur dan Biliar. Sedangkan atlet pencaksilat kurang beruntung karena langkahnya dihentikan di babak penyisihan.

Atlet Catur Banten, MI Danny Juswanto kembali menyumbang pundi-pundi medali Kontingen Banten. Usai meraih emas dari nomor Catur Kilat, Danny enyumbangkan perunggu dari nomor Catur Cepat Perseorangan Senior.

Setelah melewati 9 babak dari Rabu hingga Jumat di Swissbell Hotel Merauke, Danny harus puas berada di posisi ketiga klasemen akhir.

Danny, yang berusia 62 tahun, mengantongi poin 6 hasil dari 5 kali menang, 2 kali kalah dan 2 kali remis. Dua kekalahan diderita Danny dari FM Hanny Marentek (Papua Barat) dan MI Ronny Gunawan (Jatim). Sedangkan hasil resmi didapat saat bertemu GM Cerdas Barus (Papua) dan MN Syarif Hidayat (Jabar).

Medali emas nomor Catur Cepat diraih GM Cerdas Barus yang berada di puncak dengan poin 8. Serta perak direbut FM Hanny Marentek yang meraih poin 6, sama dengan Danny, tapi unggul waktu.

Danny Juswanto, atlet Banten tertua di PON XX Papua, masih berpeluang mendulang medali karena kembali akan mengikuti nomor Catur Standard yang akan dimulai Sabtu (9/10) hingga Selasa (12/10), di tempat yang sama.

Cabor Biliar

Cabang olahraga biliar kembali menyumbangkan medali kedua untuk Banten. Atlet Banten, Adi Braja yang turun di nomor english point berhasil mempersembahkan medali perunggu saat berlaga di GOR SP 5 Mimika, Kamis 7 Oktober.

Langkah Braja di babak semifinal dihentikan atlet Sumatera Utara Morlando Sihombing dengan skor 149 – 240 poin.

Pelatih biliar Banten Andreas Nataliano mengatakan laga ini berjalan ketat. Baik Braja dan Morlando saling mengejar poin di laga semifinal ini. Sayangnya Braja kurang beruntung dan akhirnya Morlando berhasil unggul mengumpulkan poin. Skor akhir laga ini milik Sumatera Utara.

“Pertandingan ketat kami sempat saling mengungguli dalam poin. Akhirnya kami harus mengakui keunggulan Morlando dan gagal melaju ke final,” jelasnya.

Terkait medali perunggu yang didapat,Andreas mengaku kurang puas sebab target awal untuk nomor ini adalah emas. Namun ia tetap bangga sebab berhasil membawa pulang medali dan menjaga tradisi medali di PON Papua.

“Target kami dari awal adalah emas. Medali perunggu pertama dihasilkan Purtrini Sianturi dari nomor bola 10 singel putri. Medali perunggu kedua dari nomor snooker atas nama Braja,” imbuh dia.

Ia menambahkan peluang Banten menambah medali masih terbuka dari beberapa kelas yakni bola 9 singel putri, english frame dan bola 10. Atlet yang bertanding akan konsen untuk mempersembahkan medali emas.

Pencak Silat

Atlet pencak silat Banten yang berlaga di tiga nomor pertandingan yakni nomor seni ganda putra,seni regu putra dan nomor tanding kelas F putra atas nama Sefi Jaya kurang beruntung karena kalah nilai dan dikalahkan lawannya.

Pelatih Pencak Silat Banten Joko Suprihatno menuturkan untuk kelas seni ganda putra atlet Banten harus puas di posisi keempat dengan angka 533 poin kalah bersaing dengan DKI Jakarta di urutan pertama dengan 569 poin disusul Jawa Barat dengan raihan 567 serta tuan rumah Papua dengan perolehan 554.

Sementara untuk kelas regu putra Banten juga tidak lolos karena nilainya kalah dengan peringkat pertama Jawa Barat yang mengoleksi poin 459 diikuti DKI Jakarta dengan 457 serta Kalimantan Tengah dengan poin 452. Banten berada diperingkat keempat dengan nilai 445.

Sementara untuk nomor tanding di kelas F atas nama Sefi Jaya harus terhenti di babak perempat final. Dalam laga ini Sefi harus mengakui kekuatan lawannya Iqbal dari Kalimantan Timur yang juga merupakan atlet SEA Games. Sefi kalah 0-5 dari Iqbal.

Pelatih pencak silat Joko Suprihatno kecewa dengan hasil yang raih timnya. Ia mencanangkan bisa membawa pulang medali untuk Banten.

“Nilai yang kami miliki beda tipis dengan provinsi lainnya.Memang kami akui lawan yang dihadapi berpengalaman dan pertandingan berjalan ketat,” ungkapnya.

Ia memohon maaf belum.bisa maksimal di tiga nomor pencal silat yang dipertandingkan. Ia akan berusaha untuk bekerja keras dan mengharumkan Banten di PON Papua tahun 2021. (KB / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button