Ketua DPRD Kota Serang Meminta Maaf Atas Meninggalnya Yuli

Ketua Dewan Perwakilan Rayat Daerah (DPRD) Kota Serang Budi Rusatandi meminta maaf atas meninggalnya Yuli Nur Amelia. Dia meminta, agar semua pihak menjaga dampak sikologis keluarga almarhum.

Budi mengatakan, hal itu dilakukan karena dari informasi yang didapatkan, ada banyak perkataan yang tidak mengenakan terhadap keluaraga almarhum.

“Ada omongan yang tidak mengenakan, bahkan menyangka ini setingan dan sebagainya. Sehingga keluarganya drop,” kata Budi, seusai menjenguk kediaman almarhumah, di Keluarahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang. Selasa (21/4/2020).

Budi mengaku, dirinya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Serang untuk segera mendatangkan dokter spesialis piskologi. Selain itu kata dia, agar keluarga almarhum mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak. Dirinya akan berkomunikasi dengan pihak Rusunawa.

Baca:

Menjadi Pelajaran

Budi mengatakan turut berdukacita atas kejadian ini. Dia berharap hal ini akan menjadi pelajaran penting bagi semua pihak khusunya Pemerintah Kota Serang, agar tidak terulang lagi permasalah dengan kasus sama.

“Ini tentunya menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kota Serang. Atas kejadian ini, saya selaku Ketua DPRD Kota Serang mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Serang,” ungkap pria yang sekaligus Ketua DPC Gerindra Kota Serang itu.

Kata dia, dirinya akan mengintruksikan anggota DPRD dari partai Gerindra, agar menyisir setiap dapil masing-masing untuk mendata masyarakat yang membutuhkan bantuan. “Kita dalam hal ini diintruksikan pula oleh pak Desmon, saya di telpon tadi pagi,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Serang, Hari Pamungkas, saat dikonfirmasi perihal kejadian tersebut, membenarkan.

“Yang pertama kami turut berbela sungkawa. Ya, betul meninggal dunia dalam perjalanan menuju puskesmas singandaru”, ujarnya.

Menurut informasi yang diterima, sesampainya di Puskesmas Singandaru dokter setempat langsung memeriksa pasien. Namun sayang, ketika diperiksa pasien sudah meningga dunia.

“Beberapa tindakan medis pun diambil, pompa jantung sampai tiga kali pengulangan namun tidak ada perubahan. Dokter sudah maksimal namun Allah berkehendak lain,” ungkapnya.

Namun kata hari, dokter belum bisa menyimpulkan pasien meninggal dunia disebabkan oleh penyakit tertentu. Sebab dokter belum berani menyimpulkan almarhum mengidap sakit apa, karena meninggal dalam perjalanan dan diluar sepengetahuan dokter. Ditambah suaminya mengaku almarhumah tidak memiliki riwayat sakit apapun.

Namun disinggung adanya keterlambatan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam menangani dampak Virus Corona, Hari mengklaim bahwa dari Pemkot Serang telah maksimal dalam merespon segala hal yang menyangkut masyarakat kota serang.

“Sebelumnya kan diberita rame keluarga almarhumah nahan lapar sampai minum air galon, keluarga almarhumah itu sudah terdata penerima bantuan masyarakat terdampak Covid-19, sabtu kemarin pihak pemkot sudah berikan bantuan itu,” ujarnya.

Hari yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota serang ini pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama dalam melawan penyebaran virus corona. Sebab pihaknya memiliki keterbatasan.

“Kami butuh semua pihak, kami engga bisa kerja sendiri, butuh semua elemen untuk bekerjasama saling support. Jangan lagi ada saling menyalahkan, sama-sama kita lagi ikhtiar menyelesaikan masalah pandemi ini”, papar hari. (Sofi Mahalali)

Sofi Mahalali

Berita Terkait