Parlemen

Kholid Ismail: Minta Pemkab Tangerang Tangani Stunting Kalla dan Fahira

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menangani langsung kasus Andan Kalla dan Fahira, dua warga Desa Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluk Naga yang menderita stunting.

Kedua anak dan keluarganya hingga saat ini belum mendapatkan bantuan dan program apapun dari Pemkab Tangerang.

Ketua DPRD itu menyayangkan sikap Pemkab Tangerang yang terkesan tidak peduli terhadap Ananda Kalla dan Fahira. Padahal rumah mereka tidak jauh dari Puskesmas dan kantor pemerintahan.

“Kalau memang belum tersentuh program bantuan dari Pemkab, ini sudah keterlaluan. Saya minta Pak Bupati untuk mengambil tindakan,” kata Kholid Ismail, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang.

Kholid menuturkan, Bupati Ahmed Zaki Iskandar agar segera merotasi organisasi perangkat daerah (OPD) yang abai soal pengentasan stunting. Dia juga menegaskan, DPRD akan memanggil OPD terkait apabila masalah Pemkab masih acuh.

“Kalau masih belum ada tindakan, OPD – OPD terkait akan kami lakukan evaluasi,” tegasnya.

Cita, orangtua Adinda Kaila mengaku sampai saat ini pihaknya belum mendapat perhatian apapun dari Pemkab. Padahal dia membutuhkan uluran tangan baik program bantuan berkelanjutan melalui jaring pengaman sosial atau program kesehatan untuk Ananda Kalla.

Fami, orangtua Fahira mengaku pernah dijanjika untuk diberi bantunan melalui berbagia program pemerintah. Namun janji itu tidak pernah ditepati.

Menurutnya, ketika keadaan putrinya sempat ramai diberitakan Pemerintah baru bertindak. Namun, setelah itu sudah tidak ada lagi uluran tangan pemerintah.

“Sampai sekarang belum ada lagi bantuan yang datang untuk menunaikan janji-janjinya bang,” tuturnya.

Camat Teluk Naga, Zamzam Manohara Bungkam saat dihubungi melalui telepon, langsung merijek panggilan. Panggilan telepon itu untuk mengkonfirmasi pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Tangerang.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Desiriana Dinardianti membalas dengan pesan singkat. “Tks (terima kasih) infonya, akan saya cek dan tindaklanjuti,” kata Kadinkes. Pernyataan serupa terjadi 1 bulan lalu saat dikonfirmasi. Namun tindak lanjut yang dijanjikan tidak terealisasi.

Sebelumnya. dua anak asal Desa Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang mengalami pertumbuhan fisik tak wajar. Keduanya saat ini tumbuh dengan berat badan sekira 6 Kg. Padahal, usia mereka sudah sekira 4 tahun dan lebih (Baca: 2 Anak Teluk Naga Tumbuh Tak Normal, Usia 4-8 Tahun Berat Badan 6 Kg)

Adinda Jihan Mikaila Ramadhani (Kaila), warga RT.002/RW.004, perempuan kelahiran Kabupaten Tangerang tahun 2018 dari pasangan Mustopa (34) dan Cita (28), kini sudah berusia sekira 4 tahun. Namun, berat badannya hanya seberat 6 Kg.

Mustopa, ayah Kaila mengatakan, saat dilahirkan berat badan adinda Kaila normal sekira 2,7 Kg. Namun, sekira usia 3 bulan Adinda Kaila mengalami kejang – kejang.

“Badannya Kaila kurus,” ungkap Ayah Kaila, Mustopa saat diwawancara melaui sambungan telpon.

Mustopa mengharapkan, Pemkab agar turun tangan membantu kesulitan yang dialaminya saat ini khususnya untuk kesehatan Kaila, putri semata wayangnya itu. (Reporter: Iqbal Kurnia / Editor: Iman NR)

Iqbal Kurnia

Back to top button