Lion Air Group Benarkan Mulai Kurangi Tenaga Kerja Akibat Covid 19

tenaga kerja lion air group
tenaga kerja lion air group

Lion Air Group membenarkan, mulai mengurangi tenaga kerja Indonesia dan asing (expatriate) dalam masa pandemi Covid-19. Metode pengurangan itu tenaga kerja berdasarkan kontrak, tidak akan diperpanjang ketika berakhir masa kontraknya.

Sejak mulai beroperasi kembali secara bertahap, Lion Air Group rata-rata mengoperasikan 10-15% dari kapasitas normal sebelumnya yakni rerata 1.400-1.600 penerbangan per hari. Sedangkan pada akhir tahun 2019, Lion Air Group masih mencatatkan 29.000 tenaga kerja di sejumlah maskapai dan perusahaan serumpun yang tergabung di group ini.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam siaran pers Humas Lion Air Group yang diterima MediaBanten.Com, Jumat (3/7/2020) mengemukan, maskapai penerbangan Lion Air Group antara lain Lion Air (JT), Wings Air (IW) dan Batik Air (ID).

Danang mengatakan, lion Air Group sedang berada di masa sulit. Ini kondisi terbentuk dari Covid-19. Pandemi ini memberikan dampak luar biasa yang mengakibatkan situasi penuh ketidakpastian.

Baca:

Keputusan Berat

“Keputusan berat tersebut diambil dengan tujuan utama sebagai strategi sejalan mempertahankan kelangsungan bisnis. Perusahaan tetap terjaga dengan merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran dan merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal,” katanya.

Tindakan proaktif, di antaranya penguran tenaga kerja, berdasarkan mitigasi untuk menjaga kelangsungan operasional perusahaan. Kondisinya saat ini pendapatan minimal karena terjadi pembatasan perjalanan dan penghentian sementara penerbangan.

Pada tahun ini, pandemi Covid-19 menjadikan industri penerbangan mati suri atau tidak beroperasi normal di jaringan domestik dan internasional. Sementara, biaya-biaya yang harus ditanggung tanpa beroperasi masih cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat berat.

Lion Air Group melakukan pembicaraan bersama mitra usaha, melakukan pemotongan pengahasilan seluruh manajemen dan karyawan dengan nilai prosentase bervariasi. Semakin besar penghasilan, semakin besar nilai nominal potongannya. Kebijakan itu telah mulai diterapkan tahun ini pada Maret, April, Mei, Juni sampai waktu yang belum ditentukan (pemberitahuan lebih lanjut/ until further notice).

Lion Air Group berencana, apabila di waktu mendatang kondisi perusahaan kembali pulih dan lebih baik secara bisnis, operasional serta pendapatan, maka karyawan dimaksud (yang tidak diperpanjang kontrak kerja) akan diprioritaskan untuk memiliki kesempatan kembali bekerja di Lion Air Group.

Lion Air Group masih terus memonitor, mengumpulkan data dan informasi, mempelajari situasi yang terjadi seiring mempersiapkan strategi dan langkah lainnya yang akan diambil guna tetap menjaga kelangsungan hidup perusahaan sekaligus meminimalisir (mengurangi) beban yang ditanggung selama pandemi Covid-19. (Siaran Pers Humas Lion Air Group / IN Rosyadi)

Berita Terkait