Masamah Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi

Mas’amah, 45, warga Kampung Panggang Jambu, Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di aliran irigasi tepatnya di Kampung Petung, Desa Sentul, Kamis (9/5/2019). Penyebab tewas ibu rumah tangga ini masih dalam penyelidikan namun diduga karena korban tenggelam.

“Penyebab kematian masih kami selidiki namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kami menduga korban meninggal dunia karena tenggelam di aliran irigasi,” ungkap Kapolsek Kragilan, Kompol Andie Firmansyah.

Kapolsek menjelaskan dari keterangan Ahmad Soleh, 55, suami Mas’amah, Rabu (8/5/2019) sekitar pukul 11.00 WIB, diketahui sedang mencuci pakaian di saluran irigasi tak jauh dari rumahnya. Karena tak kunjung pulang, Ahmad Soleh berupaya untuk menyusul ke tempat korban mencuci pakaian namun yang ditemukan adalah pakaian yang dibawa korban.

Baca: Pamer Kampanye Pasangan 01 di Mushola, Caleg PKB Disidang di PN Serang

Karena penasaran, Ahmad Soleh berusaha mencari tahu ke tetangga rumah, namun sang isteri tak kunjung diketahui keberadaannya. Karena khawatir korban tenggelam, warga ikut membantu melakukan pencarian dengan melakukan penyisiran sepanjang bantaran saluran irigasi. Korban akhirnya ditemukan mengambang dalam posisi telungkup.

“Korban diduga saat mencuci pakaian terpeleset masuk irigasi yang airnya cukup tinggi. Karena tak bisa berenang, korban tenggelam. Tapi itu baru dugaan, kami masih lengkapi penyelidikan,” terang Kapolsek. (yono)

 

Next Post

Gandung: Diklat Calon Kepsek Berpotensi Maladministrasi dan Kerugian Negara

Kam Mei 9 , 2019
Gandung Ismanto, Akademisi Universitas Negeri Tirtayasa (Untirta) menilai adanya maladministrasi dalam proses pendidikan dan pelatihan (Diklat)calon kepala sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Terbukti, lolosnya calon yang tidak berhak (eligible) tetap mengikuti Diklat Calon Kepsek di BPSDM Banten. Maladministrasi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara. “Ya dapat dimaknai […]