Tausyiah

Menyoal Doa Qunut dan Lafaz Bismillah Dalam Solat

Mengucapkan lafaz bismilah dan doa qunut dalam solat tidak perlu dipertentangkan dengan cara membid’ahkan yang melaksanakannya. Bagi yang mengamalkannya, juga tidak perlu menistakan yang tidak melaksanakannya.

Keduanya memiliki dasar hadis dan hasil telaah para ulama, terutama empat imam mazhab. Perbedaan pengamalan itu merupakan rahmat dan dibolehkan secara syariat.

Status doa qunut adalah sunah. Sebagian ulama menggolongkan doa itu sebagai sunah muakad. Sebagian lagi sunah ghoiro. Sunah muakad adalah sunah yang selalu dikerjakan nabi SAW.

“Hadis yang mengamalkan doa qunut itu ada 21 hadis dari jalur yang sahih,” kata KH Matin Syarkowi, Pimpinan Ponpes Al Fathaniyah, Tengkele, Kota Serang dalam Jurnalis Mengaji, Senin malam (22/8/2022).

Menurut KH Matin, doa qunut yang dilarang Allah SWT dalam ayat 128 surat Ali Imron adalah doa Nazilah.

لَيْسَ لَكَ مِنَ الْاَمْرِ شَيْءٌ اَوْ يَتُوْبَ عَلَيْهِمْ اَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَاِنَّهُمْ ظٰلِمُوْنَ

“(Wahai Muhammad) Bukanlah urusanmu sedikit pun Allah mengampuni mereka atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang zalim” (Q.S. Ali Imraan 128).

Qunut Nazilah, katanya, memang berisikan pujian kepada Allah, memohon diangkatnya muslimin, namun juga berisi doa ditimpakan siksa yang keras kepada orang-orang kafir.

Doa tersebut dipanjatkan ketika muslimin yang masih sedikit ditimpa musibah dengan dibunuhnya para penghafal Quran yang dikirim ke suatu daerah.

Selama sebulan atau jumhur ulama menyebut 40 hari, Rosulullah memanjatkan doa nazilah. Kemudian turun ayat 128 surat Ali Imron sebagai teguran kepada rosul.

“Yang dilarang Allah itu doa qunut Nazilah karena berisi doa dan kecaman ke kaum kafir. Tetapi tidak dengan doa qunut yang biasa dibacakan subuh. Karena qunut subuh itu hanya berdoa kebaikan untuk muslimin, tak ada isi kecaman dan doa menimpakan musibah,” katanya.

Ada 21 hadis yang meriwayatkan nabi membaca doa qunut saat solat subuh. Di antaranya yang paling masyhur adalah nabi mengajarkan doa qunut tesebut kepada cucunya, Hasan dan Husein ra.

Membaca Bismillah

Sedangkan pengamalan membaca lafaz bismillah memiliki perbedaan di antara para imam mazhab. Imam Malik tidak membacakan lafaz bismillah baik sebelum surat Al Fatihah maupun setelahnya, baik solat yang bacaannya sir mapun jahr.

Sedangkan Imam Abu Hanifah dan Ahmad bin Hanbal membacakan lafaz bismilah dengan sir atau suara perlahan, baik solat yang bacaannya sir maupun yang jahr.

Imam Syafii dengan didukung beberapa imam lain di zamannya berpendapat lafaz bismillah dibaca sir pada solat yang sir dan dibaca jahr pada solat yang bacaanya jahr.

Solat bacaan sir adalah dzuhur dan ashar. Sedangkan bacaan jahr dilakukan di solat maghrib, isya dan subuh.

Mengutip kitab Biyadul Mujtahid karya Muhammad Ibnu Rusyd atau dikenal Averroes, KH Matin Syarkowi mengatakan, perbedaan itu berpangkal pada perdebatan apakah lafaz bismillah itu bagian dari Surat Al Fatihah atau bukan.

“Silakan saja jalur mana yang diyakini dan diamalkan. Karena semuanya memiliki dasar hadis yang sahih. Yang kami minta adalah jangan mencaci dan memaki, apalagi menyematkan bid’ah,” kata KH Matin Syarkowi. (* / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button