Tausyiah

KH Matin Syarkowi: Usholli Diucapkan Di Luar Solat

KH Matin Syarkowi, Pimpinan Ponpes Al Fathaniyah, Tengkele, Kota Serang mengaku tidak melafazkan usholli dalam solat, tetapi mengucapkannya sebelum solat.

“Kan definisi solat itu mulai dari takbir hingga salam. Saya melafazkannya secara jahr atau sir sebelum takbir. Artinya itu di luar definisi tindakan solat,” kata KH Matin Syarkowi dalam pengajian Jurnalis Mengaji di Ponpes Al Fathaniyah, belum lama ini.

KH Matin Syarkowi menjelaskan, niat tersebut harus diucapkan dalam hati dan berbarengan dengan takbir. Sebab niat itu harus berbarengan dengan tindakan.

“Kalau hanya ingin tanpa ada tindakan itu namanya azam atau keinginan alias maksud,” ujarnya.

Misalnya niat solat subuh أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى (Usholli fardlon shubhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillahi ta’aala).

Hukum melafalkan niat tersebut pada saat menjelang takbiratul ihram menurut kesepakatan para pengikut mazhab Imam Syafi’iy (Syafi’iyah) dan pengikut mazhab Imam Ahmad bin Hambal (Hanabilah) adalah sunnah.

Karena melafalkan niat sebelum takbir dapat membantu untuk mengingatkan hati sehingga membuat seseorang lebih khusyu dalam melaksanakan solat.

Jika seseorang salah dalam melafalkan niat sehingga tidak sesuai dengan niatnya, seperti melafalkan niat solat ashar tetapi niatnya dzuhur, maka yang dianggap adalah niatnya bukan lafal niatnya.

Sebab apa yang diucapkan oleh mulut itu (solat ashar) bukanlah niat. Pelafalan itu hanya membantu mengingatkan hati. Salah ucap tidak mempengaruhi niat dalam hati sepanjang niatnya itu masih benar.

Menurut pengikut mazhab Imam Malik (Malikiyah) dan pengikut Imam Abu Hanifah (Hanafiyah) bahwa melafalkan niat sebelum takbiratul ihram tidak disyariatkan kecuali bagi orang yang terkena penyakit was-was (peragu terhadap niatnya sendiri).

Menurut penjelasan Malikiyah, melafalkan niat sebelum takbir menyalahi keutamaan (khilaful aula), tetapi bagi orang yang terkena penyakit was-was hukum melafalkan niat sebelum solat adalah sunnah.

Sedangkan penjelasan al Hanafiyah, melafalkan niat tersebutsebelum takbir dianggap baik (istihsan) melafalkan niat bagi orang yang terkena penyakit was-was.

Hingga sekarang perdebatan pelafalan usholli atau niat menjadi perdebatan, terutama di media sosial.

“Yang membuat saya prihatin adalah perdebatan itu sampai pada tingkat mebidahkan hingga mengharamkan. Para para imam mazhab sudah jelas menelaahnya,” kata KH Matin Syarkowi. (* / Editor: Iman NR)

Iman NR

Back to top button