Ini Tiga Hadis Sohih Membaca Surat Al Kahfi Setiap Hari Jumat
Surat Al Kahfi merupakan salah satu surat Al Quran yang mempunyai keagungan dan keutamaan. Tetapi sebagian muslimin jarang, bahkan hampir tidak pernah membaca dan menghafalnya, terlebih khusus pada malam dan hari Jumat.
Amalan membaca Surat Al Kahfi ini memiliki landasan berupa hadis sohih sebagai amalan sunah yang bersumber dari Rosululloh SAW.
Berikut ini kami akan sebutkan hadits-hadits sohih tentang keutamaan surat Al-Kahfi.
Hadits Pertama:
ุนููู ุฃูุจูู ุณูุนููุฏู ุงููุฎูุฏูุฑูููู ุฃูููู ุงููููุจูููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ููุงูู :ยซ ู ููู ููุฑูุฃู ุณููุฑูุฉู ุงูููููููู ููู ููููู ู ุงููุฌูู ูุนูุฉู ุฃูุถูุงุกู ูููู ู ููู ุงูููููุฑู ู ูุง ุจููููู ุงููุฌูู ูุนูุชููููู ยป
Dari Abu Saโid Al-Khudri radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: โBarangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumโat, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jumโat.โ
(Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrok II/399 no.3392, dan Al-Baihaqi di dalam Sunannya III/249 dengan nomor.5792)
Derajat Hadits: Hadits ini derajatnya sohih. Al-Hakim berkata: โIsnad Hadits ini shohih, akan tetapi imam Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannyaโ.
Syaikh Al Albani berkata: โHadits ini shohih.โ (lihat Shohih Al-Jamiโ no. 6470, dan Shohih At-Targhib wa At-Tarhib I/180 no.736).
Hadits Kedua:
ุนููู ุฃูุจูู ุงูุฏููุฑูุฏูุงุกู ุฃูููู ุงููููุจูููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ููุงูู : ยซ ู ููู ุญูููุธู ุนูุดูุฑู ุขููุงุชู ู ููู ุฃูููููู ุณููุฑูุฉู ุงูููููููู ุนูุตูู ู ู ููู ุงูุฏููุฌููุงูู ยป ููู ุฑูุงูุฉ ู ู ู ุขุฎุฑ ุณูุฑุฉ ุงูููู ู
Dari Abu Dardaโ radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: โBarangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, niscaya dia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal. Dan di dalam riwayat lain disebutkan: โ(sepuluh ayat terakhir) dari surat Al-Kahfi.โ
(Diriwayatkan oleh Muslim I/555 no.809, Ahmad V/196 no.21760, Ibnu Hibban III/366 no.786, Al-Hakim II/399 no.3391, dan Al-Baihaqi dalam Syuโab al-Iman V/453 no.2344).
Derajat Hadits: Hadits ini derajatnya sohih. Syaikh Al Albani berkata: โHadits ini shohih.โ (lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah II/123 no.582).
Dan di dalam hadits lain dijelaskan maksud daripada perlindungan dan penjagaan dari fitnah Dajjal ialah sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:
ููู ููู ุฃูุฏูุฑููููู ู ูููููู ู ููููููููุฑูุฃู ุนููููููู ููููุงุชูุญู ุณููุฑูุฉู ุงูููููููู [ ููุฅููููููุง ุฌูููุงุฑูููู ู ู ููู ููุชูููุชููู ]
โโฆmaka barangsiapa di antara kalian yang menjumpai Dajjal, hendaknya ia membacakan di hadapannya ayat-ayat pertama surat Al-Kahfi, karena ayat-ayat tersebut (berfungsi) sebagai penjaga kalian dari fitnahnya.โ
(Shohih. Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shohihnya bab Dzikru Dajjal, IV/2250 no.2937, dan Abu Daud II/520 no.4321, dari jalan Nawas bin Samโan radhiyallahu anhu).
Hadits ini dinyatakan Shohih oleh syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah II/123 no.582, Tahqiq Misykat Al-Mashobih III/188 no.5475, dan Shohih wa Dhoโif Sunan Abi Daud IX/321 no.4321.
Hadits Ketiga:
ุนู ุฃุจู ุณุนูุฏ ุงูุฎุฏุฑู ุฑุถู ุงููู ุนูู ุ ูุงู : ูุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : ยซ ู ู ูุฑุฃ ุณูุฑุฉ ุงูููู ูู ุง ุฃูุฒูุช ุ ูุงูุช ูู ููุฑุง ููู ุงูููุงู ุฉ ู ู ู ูุงู ู ุฅูู ู ูุฉ ุ ูู ู ูุฑุฃ ุนุดุฑ ุขูุงุช ู ู ุขุฎุฑูุง ุซู ุฎุฑุฌ ุงูุฏุฌุงู ูู ูุณูุท ุนููู ุ ูู ู ุชูุถุฃ ุซู ูุงู : ุณูุจูุญูุงูููู ุงููููููู ูู ููุจูุญูู ูุฏููู ูุงู ุฅููููู ุฅููุงูู ุฃูููุชู ุฃูุณูุชูุบูููุฑููู ููุฃูุชููุจู ุฅูููููููุ ููุชูุจู ููู ุฑูููู ุซูู ูู ุทูุจูุนู ุจูุทูุงุจูุนู ููููู ู ููููุณูุฑู ุฅูููู ููููู ู ุงููููููุงู ูุฉูยป
Dari Abu Saโid Al-Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: โBarangsiapa membaca surat Al-Kahfi sebagaimana diturunkannya, maka surat ini akan menjadi cahaya baginya pada hari Kiamat dari tempat tinggalnya hingga ke Mekkah. Dan barangsiapa membaca sepuluh ayat terkahir dari surat Al-Kahfi lalu Dajjal keluar (datang), maka Dajjal tidak akan membahayakannya. Dan barangsiapa berwudhu lalu ia mengucapkan : โSUBHAANAKALLOHUMMA WABIHAMDIKA ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKAโ (artinya: Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq diibadahi selain Engkau, aku memohon ampunan dan aku bertaubat kepada-Mu), maka ia akan ditulis pada lembaran putih yang bersih, kemudian dicetak dengan alat cetak yang tidak akan robek sampai hari Kiamat.โ
(Diriwayatkan oleh An-Nasaโi di dalam โAmal Al-Yaumi wa Al-Lailati no.81 dan 952, Ath-Thobroni di dalam Al-Muโjam Al-Ausath II/123 no.1455, dan Al-Hakim I/752 no.2072 dan beliau berkata; hadits ini Shohih sesuai dengan syarat imam Muslim, akan tetapi keduanya (maksudnya imam Bukhori dan Muslim) tidak mengeluarkannya (di dalam kitab Shohih keduanya, pent)).
Derajat Hadits: Hadits ini derajatnya sohih. Syaikh Al-Albani berkata: โHadits ini shohih.โ (lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah VI/312 no.2651). (Iman NR)
Sumber: Al Manhaj







