Mozaik

MUI Lebak Desak Polri Tangkap Penyebar Inses di Grup Facebook

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lebak mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menangkap pelaku penyebar inses atau hubungan sedarah yang disebar di grup facebook, karena sangat membahayakan terutama bagi perempuan dan anak.

“Kami mengecam keras keberadaan grup facebook yang mengandung unsur eksploitasi seksual sedarah dan telah meresahkan masyarakat,” kata Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Lebak, KH Ahmad Hudori dalam keterangan di Lebak, Senin (19/5/2025).

Kasus penyebaran tindakan inses itu jangan dianggap sepele, karena bisa merusak tatanan sosial dan keagamaan di masyarakat.

Selain itu juga membahayakan bagi kaum perempuan dan anak – anak, sehingga aparat penegak hukum tentu harus secepatnya untuk menangkap pelakunya.

Sebab, permasalahan hubungan sedarah dipastikan banyak yang mengecam, termasuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga berbagai organisasi perempuan baik di pusat maupun daerah.

Sebab, menurut ajaran Islam bahwa hubungan seksual sedarah hukumnya jelas haram, bahkan tidak ada perbedaan pendapat dikalangan ulama, bahkan jumhur ulama sedunia mengharamkan hubungan sedarah itu.

“Kami mendesak Polri segera mengamankan yang bersangkutan agar tidak semakin menyebar dan merusak tatanan sosial dan keagamaan di masyarakat itu,” kata KH Ahmad Hudori.

Ia mengatakan, pihaknya yakin pelaku penyebar inses di grup media sosial facebook bisa terungkap pelakunya.

Mereka pelaku harus diproses hukum mulai pembuat, pengelola, dan anggota aktif di grup facebook agar memberi efek jera dan melindungi masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak akibat dampak buruk konten menyimpang itu.

Penyebaran konten bermuatan seksual, terutama yang melibatkan inses atau dugaan eksploitasi seksual, dan dapat dikenakan pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Kami berharap pelaku yang menyebarkan hubungan seksual inses melalui grup facebook diproses hukum, karena jelas bertentangan dengan nilai-nilai moral dan agama juga mengancam keselamatan dan masa depan anak-anak,” katanya.

Sebelumnya, enam grup Facebook, termasuk grup yang memuat konten fantasi sedarah terhadap keluarga kandung yang tengah viral di media sosial telah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) (Baca: Fantasi Sedarah, Akhirnya Grup Facebook Resmi Diblokir Komdigi).

Langkah pemblokiran ini diambil sebagai upaya tegas negara dalam melindungi anak-anak dari konten digital yang berpotensi merusak perkembangan mental hingga emosional mereka.

Grup ini tergolong terhadap penyebaran paham yang bertentangan dengan norma yang berlaku di masyarakat. (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button