Nikomas dan Klinik Pratama Donasikan APD Ke RSDP Serang

PT Nikomas Gemilang dan Klinik Pratama Gama Tama mendonasikan Alat Perlindung Diri (APD) ke RSUD dr Drajat Prawiranegara di Kota Serang, Kamis (14/5/2020).

APD ITU antara lain sepatu pelindung, hand sanitizer, masker, alkohol serta cairan disinfektan.

“Bantuan ini untuk membantu dan menjaga agar paramedis sebagai garda terdepan dalam penanggulangan pandemi Covid-19,” ungkap Humas PT Nikomas Gemilang, Rina Marlina.

Dikatakan Rina, bantuan alat kesehatan merupakan tahap ke dua yang diberikan perusahaan pabrik sepatu terbesar di Banten . Bantuan tahap pertama berupa hazmat, masker, handsanitizer dan cairan Alkohol diserahkan ke Puskemas Kibin, Kabupaten Serang.

Baca:

Rina berharap, bantuan perlengkapan kesehatan ini dapat mengurangi kesulitan para tenaga medis akan ketersediaan dan pengadaan alat-alat kesehatan.

“Bantuan ini merupakan wujud keseriusan kami untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19, mempercepat penanganan pasien positif Covid-19, dan meringankan beban sosial masyarakat. Tentu kita semua berharap agar pandemi ini segera berakhir,” ujar Rina.

Kepala K3, Amran, mewakili Direktur RSUD dr Drajat Prawiranegara mengucapkan, terima kasih atas bantuan yang diberikan PT Nikomas Gemilang dan Klinik Pratama Gama Tama.

Amran mengatakan tenaga medis di RSUD dr Drajat Prawiranegara masih sangat membutuhkan APD dikala bertugas melayani pasien Covid-19.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak atas partisipasinya PT Nikomas Gemilang dan Klinik Pratama Gama Tama dalam upaya membantu pemerintah dimasa pandemi COVID-19. Semoga bantuan ini terus berkelanjutan tidak hanya berhenti disini mengingat virus COVID-19 masih berlangsung sampai saat ini,” kata Amran. (yono)

Next Post

Musa Minta APH Usut Pengadaan Paket Bantuan Sosial di Lebak

Kam Mei 14 , 2020
Anggota Fraksi PPP DPRD Kabupaten Lebak, Musa Weliyansah minta aparat penegak hukum (APH) mengusut pengadaan paket bantuan sosial di Lebak. Potensi kerugian negara bisa miliaran rupiah akibat harga komiditi yang ditetapkan. Harga pangan yang ada dalam paket bantuan diyakini di atas harga eceran tertinggi (HET) dan harga pasaran. Demikian dikatakan […]