Pelanggaran Lalulintas Selama Operasi Ketupat Kalimaya Naik 14 Persen

Penjelasan soal Operasi Ketupat Kalimaya 2019. Foto: Yono

Pengamanan mudik dan balik Operasi Ketupat Kalimaya 2019 telah berakhir. Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Banten mengklaim, operasi pengamanan arus mudik dan balik di wilayah Provinsi Banten tahun ini menjadi yang tersukses, baik dalam hal kelancaran lalulintas ataupun angka kecelakaan.

“Untuk data lakalantas tercatat turun 29 persen dari 35 pada 2018 menjadi 25 kasus pada Operasi Ketupat Kalimaya 2019. Sedangkan korban meninggal dunia berkurang 3 pengendara dari 15 menjadi 12 pengendara,” ungkap Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Banten, Kombes Pol Wibowo, Selasa (11/6/2019).

Meski jumlah angka kecelakaan menurun namun tidak diikuti dengan jumlah pelanggar lalulintas. Menurut Dirlantas, data pelanggar naik 14 persen dari 1.330 perkara pada 2018, pada musim lebaran 2019 pihaknya melakukan penindakan (tilang) sebanyak 1.515 perkara dengan teguran sebanyak 3.550 perkara.

“Untuk data kriminalitas, tercatat 46 menjadi 30 kejadian. Jika dipersentasikan tahun ini jumlah angka kriminalitas turun sebesar 35 persen dari tahun 2018,” terang Wibowo.

Untuk jumlah kendaraan, Kombes Pol Wibowo mengatakan, data kendaraan di Gerbang Tol (GT) Cikupa tahun 2018 yaitu Exit 530.567unit dan Entrance : 53.566 unit. Sedangkan Tahun 2019 yaitu Exit 467.004 unit, Entrance 515.946 unit.

Baca:

“Perbandingan tahun 2018 dan tahun 2019 yaitu Exit turun 63.563 unit turun 12% dan Entrance turun 37.620 unit turun 7%,” terangnya.

Untuk arus lalulintas di GT Serang Timur pada Tahun 2018 yaitu Exit 229.375 unit dan Entrance 297.674 unit, sedangkan pada Tahun 2019 yaitu Exit 223.162 unit dan Entrance 229.555 unit. Perbandingan tahun 2018 dan tahun 2019 yaitu Exit turun 6.213 unit turun 3% dan Entrance turun 68.119 unit turun 23%.

Kemudian Tol Merak pada tahun 2108 yakni Exit 159.085 unit dan Entrance 130.436 unit. Sedangkan pada Tahun 2019 yakni Exit164.402 unit dan Entrance 137.959 unit. Perbandingan tahun 2018 dan tahun 2019 yakni Exit naik 5.317 unit turun 3 % dan Entrance naik 7.523 unit 6%.

Kombes Pol Wibowo menambahkan, untuk data penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Merak mengalamai penurunan sebesar 1 persen atau 8.229 orang dari 1.174.578 orang pada 2018 menjadi 1.166.349 orang pada 2019.

Sementara untuk kendaraan truk yang menyeberang ke Bakauheuni pada tahun 2018 ada 9.364 Unit sedangkan tahun 2019 ada 6.553 unit mengalami penurunan sebesar 2.811 unit turun 30%. Sedangkan untuk armada bus naik 13 persen dari 5.298 unit pada 2018 naik menjadi 6.013 kendaraan.

“Untuj kendaraan pribadi meningkat 9.567 unit dari tahun 2018 sebesar 122.095 unit menjadi 131.662 kendaraan pada 2019. Sedangkan kendaraan motor naik 1 persen dari angka 96.707 unit menjadi 96.790 di tahun 2019,” terangnya. (yono)