Pengguna Instragram Bisa Buka Grup Chat

grup chat di instragram

Lewat Stiker Stories, pengguna Instragram bisa memulai percakapan dan mengundang para pengikutya untuk membuka grup chat di media sosial tersebut. Caranya menempelkan stiker di Stories Instragram.

Pengikut yang mengklik stiker tersebut akan masuk ke dalam grup chat di Direct Message yang disediakan bersama dengan pengguna lain. Tapi, mereka membutuhkan persetujuan dari pemilik grup chat agar bisa bergabung dalam grup.

Stiker ini bisa digunakan untuk mengajak teman untuk ngobrol soal rencana akhir pekan maupun berbincang siaran film favorit.

Baca:

Berikut cara untuk menggunakan stiker Chat:

1. Ambil foto atau video yang ingin dibagikan dalam Stories.

2. Tambahkan Stiker Chat dari galeri stiker dengan menekan ikon smiley berbentuk kotak di sudut kanan atas layar.

3. Berikan nama atau topik percakapan yang ingin Anda mulai dengan teman-teman Anda.

4. Followers atau teman yang melihat Stories Anda dapat mengetuk stiker tersebut untuk mengajukan permintaan bergabung dalam percakapan grup Anda.

5. Anda dapat melihat daftar teman-teman yang ingin bergabung pada daftar penonton Stories.

Lihat juga: Instagram Rilis Fitur Hemat Kuota Internet untuk Android

6. Dari daftar tersebut, Anda juga dapat memilih untuk menerima atau menolak permintaan teman yang ingin bergabung dalam percakapan grup.

7. Setelah Anda menyetujui permintaan teman Anda, mereka akan melihat sebuah percakapan grup baru di Direct Message.

8. Anda dapat mengakhiri percakapan grup tersebut kapan saja.

Sejak diluncurkan pada tahun 2016, Instagram Stories telah digunakan oleh 500 juta pengguna Instagram dunia setiap harinya.

Stiker Chat melengkapi rangkaian fitur-fitur interaktif dalam Instagram Stories, seperti Stiker Kuis, Poll Sticker, Questions Sticker, dan Emoji Slider, yang sudah meluncur sebelumnya. (IN Rosyadi)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait