Pemerintahan

Penolak Relokasi Diminta Sadar Status Tanah Wakaf At-Tsauroh

Walikota Serang, Syafrudin angkat bicara mengenai sebagian warga Kantin yang menempati tanah wakaf Masjid Agung At-Tsauroh menolak untuk direlokasi.

Walikota minta warga Kantin harus menyadari bahwa yang dihuni adalah tanah wakaf masjid, meskipun penolakan itu merupakan sebuah kewajaran.

“Saya kira penolakan itu wajar saja, tapi harus menyadari yang ditempati warga Kantin itu tanah wakaf,” ungkap Syafrudin, Walikota Serang usai meresmikan RM Saung Raja Ikan di Karangantu Kota Serang, Rabu (31/8/2022).

Syafrudin menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang hanya ingin menyelamatkan saja masyarakat yang menempati tanah wakaf masjid tersebut. “Ya, kalau ngga mau direlokasi iya ngga masalah,” katanya.

Syafrudin membenarkan telah berjanji untuk memberikan kompensasi bagi warga yang mau direlokasi.

“Kami hanya memfasilitasi kebutuhan yayasan masjid Agung berapa? Kalau tidak mau direlokasi, saya malah senang. Pemkot tidak mengeluarkan anggaran besar,” ujarnya.

Sebelumnya, sebagaian dari 109 warga Kantin yang menghuni tanah wakaf Masjid Agung At-Tsauroh, Kota Serang menolak relokasi jika kesejahteraan paska dipindahkan tidak diperhatikan (Baca: Penghuni Wakaf Masjid At-Tsauroh Kota Serang Tolak Relokasi).

Yudi (49) yang mengaku warga RT 02/ RW 08 Lingkungan Kantin mengatakan, Pemkot Serang tidak pernah membicarakan soal relokasi tersebut.

“Jangan ujug-ujug direlokasi. Kapan Pemkot Serang bicara dengan kami. Saya juga tahunya dari kabar yang beredar, termasuk media,” kata Yudi.

Pernyataan Yudi yang mengaku mewakili warga itu dikemukakan saat pertemuan warga dengan Yayasan Masjid At-Tsauroh dan PT Seminung Jaya Properti, perusahaan perumahan yang akan menyediakan rumah bagi korban relokasi di Masjid At-Tsauroh, Kota Serang, Selasa (30/8/2022).

Menurutnya, keinginan masyarakat Kantin, Pemkot Serang harus memikirkan masa depan warga kantin. Karena mayoritas warga kantin tidak mampu dan juga kerjanya pun serabutan.

“Belum pernah ada duduk bersama, tidak pernah disentuh, baru hari ini ada duduk bersama. Warga Kantin menolak untuk direlokasi, namun intinya kami tidak anti pembangunan, tapi kalau duduk bersama dengan musyawarah pasti kan ada solusi,” tegasnya. (Aden Hasanudin / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button