Terseret Ombak, Nelayan Ditemukan Tewas di Pantai Binuangeun

Foto: Sofi Mahalali

Iyan (29), nelayan asal Kampung Duraen ditemukan tewas di Tambak Kampung Tenjolaya, Desa Seukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Selasa (10/7/2018), sekitar pukul 06.00 WIB. Sebelumnya, nelayan tersebut dikabar hilang ketika melaut di sekitar Pantai Binuangeun.

Dalam pencarian korban selama 2 kali 24 jam tersebut, tim terdiri dari Basarnas Cilegon, Timsar, PMI, TNI-Polri dan masyarakat sekitar. Menurut informasi di lokasi korban ditemukan warga yang sedang menjaring ikan dengan kondisi sudah terbujur kaku.

Sebelumnya dari siaran pesan informasi hilangnya nelayan tersebut, peristiwa itu bermula ketika Iyan berangkat pada hari sabtu, pukul 14.00 WIB untuk menjaga bangkrak (rumah perahu) di kawasan Pantai Bagedur Desa Sukamanah Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak, Jum’at (07/09/2018).

Pada pukul 21.00 WIB, Iyan masih sempat bisa berkomunikasi via telepon dengan keluarganya, dalam percakapan itu ia memberitahukan jika jangkar bangkaraknya mengalami banyak kendala, salah satunya tali pengikat pada perahu putus.

Baca: Tujuh Peserta Sanggar Seni Terseret Ombak di Cihara, 3 Dalam Keadaan Kritis

Pada kesokan harinya (Minggu, 08/07/18) sekira pukul 01.00 WIB diperoleh kabar dari warga Bagedur, Kecamatan Malingping, telah ditemukan bangkrak yang terdampar di tepi Pantai Bagedur. Keluarga korban yang menceknya mendapatkan kepastian bangkrak tersebut milik Iya. Namun Iyan tidak berada dalam bangkrak tersebut.

Camat Wanasalam Cece Saputra saat dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat nelayan yang diduga terseret ombak saat melaut. Mayat itu ditemukan oleh Mahruf bin Mahfudin (25) asal Kampung Jatiwaras, Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, dan Manil (38) warga Kampung Duren, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam.

“Iyan ini salah seorang nelayan dari Kampung Duraen, dan saudara iyan ini berangkat untuk menjaga bangkrak pada tanggal (07/07/18). Namun dinyatakan Hilang oleh keluarga pada tanggal 08/07/18,” kata Cece. Polsek Wanasalam membawa jenazah ke rumah duka dengan menggunakan mobil patroli.

Sebelumnya, tujuh peserta Sanggar Seni Yudhasari tenggelam diseret ombak di Pantai Kesik Notos, Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Minggu (8/7/2018), sekitar pukul 11.00 WIB. Ketujuh korban dapat diselamatkan, namun tiga korban dalam keadaan kritis dan dibawa ke RSUD Malingping.

Ketujuh korban tenggelam yang diselamatkan di tempat kejadian adalah Riswara , Mamak (21), Marjuki, dan Sahrul (14). Sedangkan korban yang keadaan kritis dan dibawa ke RSUD Malingping adalah Muhniar (18), Yuliana (20) dan Maryani (18). Ketujuh korban itu berasal dari Kampung Yudha, Desa Mander Bandung, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang. Ketiga korban yang dibawa ke RSUD itu akhirnya meninggal dunia.

Para korban tersebut merupakan peserta dari rombongan Sanggar Seni Yudhasari yang melakukan acara tahunan yaitu roadshow pementasan seni dan menginap di Villa Kuning, Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, Lebak. (Sofi Mahalali)

Berita Terkait