TKI Asal Cilegon Tidak Berkerja di Wuhan, Daerah Penyebar Virus Corona

Sebanyak 73 warga Kota Cilegon tidak tercatat berkerja di China, terutama di daerah Wuhan, Distrik Hubai yang menjadi sumber penyebaran virus Corona. Mereka tercatat berkerja di Taiwan, Hongkong dan Malaysia.

Umumnya, mereka berkerja sebagai pengurus rumah tangga (PRT) yang dikatagorikan sebagai bidang nonskill atau tanpa keahlian khusus.

“Ada 73 pencari kerja, terbagi ke tiga negara, Malaysia, Taiwan dan Hongkong. Ke China enggak ada, Hongkong ena orang sama Taiwan enam, sisanya ke Malaysia,” kata Ridwan, Kasi penempatan kerja ke luar negeri dan perluasan kerja pada Disnaker Cilegon, Rabu (29/1/2020).

Menurut Ridwan, setiap tahun mengalami peningkatan untuk warga Cilegon yang bekerja di luar negeri, rata-rata kenaikannya mencapai lima persen. Usia pekerjanya dalam rentang 18 tahun hingga 35 tahun, usia yang masih produktif.

Baca:

“Kalau di Malaysia manufaktur, konstruksi. Kalau Hongkong dan Taiwan itu asisten rumah tangga. (Syarat khusus) Sementara ini terpenting orang tersebut berkeinginan untuk mencari nafkah keluar negeri, istilahnya non skill,” terangnya.

Menurutnya, tak ada syarat khusus untuk warga Cilegon yang ingin bekerja di luar negeri. Setidaknya, syarat administrasi harus dilengkapi, seperti visa dan disalurkan melalui perusahaan penyaluran tenaga kerja yang resmi.

“Ini kan bagian visi misi pemerintah juga. Jadi pemerintah membuat regulasi, juga merupakan bagian kinerja pemerintah, (menjadi TKI) salah satunya karena tergiur gaji yang besar. Disini (Cilegon) perusahaan banyak, tapi kan padat modal ya. Salah satunya juga karena kalah bersaing dengan orang-orang yang datang ke Cilegon,” jelasnya. (Yandhi Deslatama)

Yandhi Deslatama

Berita Terkait