Walikota Serang: Terminal Cipocok Akan Ditinjau Ulang

Foto: Mursyid

Walikota Serang, Syafrudin menyatakan, lokasi Terminal Cipocok akan ditinjau ulang untuk disesuai perkembangan dan pertumbuhan wilayah kota yang semakin pesat. Saat ini, terminal tersebut dinilai sudah tidak cocok dengan kondisi kekinian.

“Kondisi saat ini lokasi angkutan kota di Cipocok memang kurang tepat. Tetapi dulu, lokasi itu berada di pinggir kota, sehingga terminal cocok dan tepat,” kata Syafrudin, Walikota Serang kepada wartawan seusai peresmian Rumah Aman Layanan (P2TPA) Jalan Ayip Usman, Cikepuh, Kota Serang, Rabu (12/12/2018).

Walikota Serang meminta waktu untuk membicarakan soal terminal karena dia baru dua minggu resmi dilantik menjadi Walikota Serang. “Salah satu alternatif yang saya pikirkan adalah meminta bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk membangun terminal tipe B yang difungsikan untuk angkutan dalam kota. Terminal tipe B itu kewenangannya ada di provinsi. Yang terpenting, warga Kota Serang bisa menikmati layanan terminal dengan baik, siapa pun pengelolanya,” katanya.

Baca: Kata Lion Air Soal Pesawat Alami Stuck di Landasan Bandara Juanda Surabaya

Pemkot Serang akan menyiapkan usulan dan permohonan bantuan tersebut ke Pemprov Banten dalam waktu dekat ini. “Soal lokasi, bisa ditempatkan di Palima atau di Boru atau ditempat lain yang cocok menurut Pemprov Banten,” katanya.

Terminal Cipocok milik Pemkot Serang memang bertipe C. Pengamatan menunjukan, terminal ini hanya aktif pada pagi hingga siang hari. Setelah siang, terminal ini tidak berfungsi. Pada pagi hari pun, tidak semua angkutan kota masuk ke terminal, hanya sejumlah petugas dari Dinas Perhubungan Kota Serang duduk di depan terminal untuk mengambil retribusi. Fungsi terminal di lokasi itu sudah tidak ada.

Fasilitas terminal di Cipocok ini nyaris hancur. Tidak ada lajur untuk pembagian trayek atau atap untuk bernaung para penumpang. Tidak ada juga torotar dalam terminal untuk pejalan kaki. Bahkan, tidak ada lampu penerangan jalan.

Pada malam hari, terminal ini benar-benar gelap. Akibat minimnya penerangan, saat malam hari warung di sekitar terminal menjadi tempat nongkrong anak muda. Mereka hanya sekadar nongkrong, tidak ada hal negatif yang dilakukan. (Mursyid)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait