Ekonomi

BPS: Garis Kemiskinan di Banten Naik 4,18 Persen Per Maret 2022

Badan Pusat Statis (BPS) Banten mencatat, selama September 2021-Maret 2022, garis kemiskinan naik sebesar 4,18 persen, yaitu dari Rp547.000 per kapita per bulan pada September 2021 menjadi Rp570.000 per kapita per bulan pada Maret 2022.

Demikian dikemukakan Dody Herlando, Kepala BPS Banten dalam jumpa pers yang digelar secara virtual, Jumat (15/7/2022).

Sedangkan Jumlah penduduk miskin di Banten pada Maret 2022 tercatat 814.020.000 orang atau turun 53.210 orang dibandingkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2021.

Persentase penduduk miskin pada Maret 2021 sebesar 6,16 persen, turun 0,34 persen poin terhadap September 2021 dan turun 0,50 persen poin terhadap Maret 2021.

Katanya, peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Pada Maret 2022, komoditi makanan menyumbang sebesar 72,27 persen pada garis kemiskinan.

Jenis komoditi makanan yang berperan besar dalam kenaikan garis kemiskinan itu terbesar adalah rokok. Untuk daerah perkotaan menyumbang 17,3 persen dan perkotaan 19,65 persen.

Penyumbang komoditi makanan lainnya adalah beras 15,99 persen untuk pedesaan dan 18,96 persen untuk perkotaan. Daging ayam menyumbangkan 4,65 persen untuk perkotaan dan 3,28 persen untuk pedesaan.

Mie instan berkontribusi 2,68 persen bagi daerah perkotaan. Untuk pedesaan, roti berkontribusi 2,58 persen.

Sedangkan peranan komoditi non makanan terdiri dari perumahan 11,81 persen di perkotaan dan 11,97 di pedesaan. Bensin (BBM) sebesar 3,35 persen untuk perkotaan dan 2,24 persen untuk pedesaan.

Komoditi listrik 3,37 persen di perkotaan dan 1,31 persen di pedesaan. Pendidikan sebesar 1,61 persen di perkotaan dan 1,04 persen di pedesaan. Dan, perlengkapan mandi 1,32 persen di pedesaan dan 1,03 persen di pedesaan.

Faktor Kemiskinan

Kepala BPS Banten mengemukakan sejumlah faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Banten.

Pertama, pandemi Covid 19 yang berkelanjutan berdampak pada perubahan perilaku serta aktivitas ekonomi 1 penduduk.

Kedua, laju pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2022 sebesar 4,97 persen (y-on-y), lebih baik dibanding laju pertumbuhan ekonomi Triwulan III 2021 yang tumbuh sebesar 4,51 persen.

Ketiga, Pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan I 2022 tumbuh sebesar 2,92 persen (y-on-y), 3 meningkat dibandingkan triwulan III 2021 yang tumbuh sebesar 2,62 persen.

Keempat, Nilai Tukar Petani (NTP) Maret 2022 sebesar 99,03 meningkat dibanding September 2021 sebesar 4 97,71

Kelimata, pada Februari 2022, persentase Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 8,53 persen.

Terjadi penurunan sebesar 0,48 persen poin dibandingkan Agustus 2021 yang sebesar 8,98 persen, dan angka ini juga menurun jika dibandingkan Februari 2021 yang sebesar 9,01 persen (Reporter: Aswendy / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button