Wisatawan Keluhkan Tiket Masuk Tanjung Lesung dan Karang Bolong

Foto: Istimewa

Aksi ambil untung besar daerah wisata di Banten saat warga berwisata untuk memanfaatkan libur panjang Idul Fitri 2018. Aksi ambil untung ini dinilai menimbulkan citra buruk bagi perkembangan wisata di Banten.

Aksi ambil untung yang mengagetkan pengunjung wisata diungkapkan Uung Abdul Aziz di akun facebooknya pada tanggal 18 Juni 2018, pukul 09.07 WIB saat berkunjung ke Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang. Pengelola Tanjung Lesung memungut biaya masuk Rp60.000 per orang.  Tiket ini bisa ditukar dengan satu pilihan minuman. “Per orang 60.000. Lumayan nyah aset pandeglang mun d kelola na hade bisa maju pandeglang,” kata Uung Abdul Aziz dalam status facebooknya yang dikutip MediaBanten.Com, Selasa (19/6/2018).

Tanjung Lesung merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluas 1.500 hektar yang ditetapkan pemerintah. Kawasan ini dikelola oleh PT Banten West Jawa Tourism Development (BWJTD) dan PT Tanjung Lesung Laisure Industry. Kedua perusahaan itu kini milik PT Jababeka Tbk yang mengakusisi kedua perusahaan pada tanggal 6 Okotber 2016.

Sementara itu, Purnomo, General Manager Tanjung Lesung tidak memberikan konfirmasi soal keluhan harga tiket masuk ke Tanjungt Lesung. Purnomo mengaku sedang di luar negeri dan memberikan nomor kontak Kuntowijoyo untuk konfirmasi tersebut. Melalui WA-nya, Kuntowijoyo tidak memberikan penjelasan. Dia malah mengajak bertemu di Tanjung Lesung. Hingga Selasa siang, penjelasan itu tetap tidak diberikan Kuntowijoyo baik melalui WA maupun email.

 

Baca: Perum Damri Diminta Buka Rute Bandara Soekarno-Hatta Ke KEK Tanjung Lesung

Aksi ambil untung sesaat juga terlihat di daerah wisata mulai dari Anyer (Kabupaten Serang) hingga Carita-Labuan (Kabupaten Pandeglang). Misalnya di Karang Bolong (Serang), pengunjung yang menggunakan mobil pribadi dikenakan parkir Rp20.000 per mobil. Namun penumpang mobil pribadi ini “digiring” tidak masuk ke pintu utama obyek wisata Pantai Karang Bolong, tetapi masuk melalui pintu samping. Penggiringan ini dilakukan orang-orang yang mengatur parkir. Di pintu masuk samping, pengunjung diberi tiket Rp15.000 per orang.

“Kok tiketnya cuman satu. Kan kami berempat?,” tanya Luki yang berkunjung ke Pantai Karang Bolong, Senin (18/6/2018). Rombongan Luki dari Lampung ini membayar Rp60.000 untuk empat orang, namun hanya diberi tiket satu senilai Rp15.000. Tiket itu sudah disobek bagian ujung sebelah kiri.

“Aturannya sudah begitu pak. Penumpang mobil-mobil kecil masuk melalui pintu samping. Pintu utama buat penumpang bus. Kalau bapak nanti perlu tiketnya lengkap, bapak ke sini lagi aja, nanti kami kasih,” kata seorang lelaki yang mengenakan topi dan berada di sebuah ruangan yang terlihat seperti loket tidak resmi karena tidak ada tulisan apa-apa, selain jendela kecil.

Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Banten, Bayu Paundra yang dihubungi MediaBanten.Com mengatakan, sebelum Lebaran 2018, pihaknya mengirimkan surat himbauan kepada dinas pariwisata kabupaten dan kota serta pengelola tempat wisata. “Kami dari Pemprov Banten menghimbau pengelola tempat wisata agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik, tidak memasang tarif tiket masuk mapun parkir dan harga makanan dengan harga mahal. Supaya dapat terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat yang ingin berlibur,” kata Bayu.

Dalam surat himbauan Nomor 556/1921-Dispar/2018 tanggal 4 Juni 2018, dinas pariwisata kabupaten dan kota diminta melakukan monitoring atau pengawasan obyek wisata dari tanggal 16-24 Juni 2018. Monitoring itu meliputi tiket masuk, tiket parkir, harga makanan, standar pelayanan, serta keselamatan wisatawan. Hasil monitoring itu diminta untuk dilaporkan ke Dispar Banten. (Adityawarman)

Berita Terkait