Pemkot Cilegon Mulai Realisasikan Program 5.000 Wirausaha Baru
Pemkot Cilegon mulai merealisasikan Program 5.000 wirausaha baru dengan menyalurkan pinjaman permodalan usaha kepada pelaku UMKM di awal tahun 2026 ini.
Pencairan perdana, dilakukan kepada 44 pelaku usaha mikro dengan total nilai pinjaman sekitar Rp55,5 juta di Kantor UPTD Pengelola Dana Bergulir Wilayah I (Cibeber, Cilegon) dan Wilayah II (Citangkil, Ciwandan) Kota Cilegon, jalan Lumba-Lumba, Kavling Blok C, Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Citangkil.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon Didin S Maulana mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen lima janji politis Wali Kota Cilegon. Dimana, salah satunya, mencetak 5.000 wirausaha baru dalam kurun waktu lima tahun.
“Di 2026 ini, menjadi tahun kedua pelaksanaan program unggulan tersebut,” kata Didin disela-sela acara.
Menurut Didin, penerima bantuan merupakan warga Kota Cilegon yang telah memiliki usaha. Baik yang baru dirintis maupun yang sudah berjalan.
Katanya, program ini diberikan dalam bentuk pinjaman tanpa agunan dan tanpa bunga. Dimana jangka waktu pengembalian pinjaman tersebut selama satu tahun. “Tapi harus jalan dulu, meskipun merintis. Itu syarat utamanya,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian besar penerima bantuan, merupakan pelaku usaha kategori super mikro. Dimana, omzet harian para pelaku UMKM masih di bawah Rp800 ribu.
“Kami berupaya memfasilitasi kebutuhan permodalan, agar usaha-usaha kecil tersebut dapat terus berkembang,” terangnya.
Selain itu, lanjut Didin, Pemkot Cilegon, juga memberikan prioritas kepada perempuan kepala rumah tangga atau single parent. Dimana, hal tersebut sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi perempuan.
“Ada program khusus untuk para ibu single parent, pokoknya mereka mendapatkan karpet merah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Pengelola Dana Bergulis Wilayah I dan II Kota Cilegon, Siti Maheli mengatakan, program pinjaman tanpa bunga ini, menyasar pelaku usaha binaan di wilayah Cibeber, Cilegon, Citangkil, dan Ciwandan.
Katanya, di 2026 ini, UPTD PDB menargetkan 750 pelaku usaha baru untuk dibina dan difasilitasi permodalan.
“Pinjaman melalui UPTD PDB ini berkisar antara Rp1 juta hinga Rp3 juta, tergantung jenis usahanya,” katanya.
Menurut Siti, untuk pengembangan usaha yang lebih besar, Pemkot Cilegon, juga bekerja sama dengan BPRS CM. Dimana total pinjamannya bisa mencapai Rp10 juta. “Itu seluruhnya juga tanpa bunga, karena disubsidi pemerintah,” terangnya.
Esensi dari program ini, lanjut Siti, tidak lain pertumbuhan UMKM di Kota Cilegon yang tumbuh kuat dan cepat. Sehingga perputaran ekonomi di Kota Cilegon pun semakin kencang.
“Intinya, perekonomian masyarakat meningkat. Program ini pun diharapkan mampu mendorong penurunan angka pengangguran di Kota Cilegon,” terangnya. (Penulis : Daeng Yusvin)



