Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah mencari jalan keluar terkait tidak terisi kuota Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur afirmasi, yang disebabkan calon siswa tidak terdaftar sebagai desil pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi di Serang, Sabtu, mengatakan persoalan tersebut mencuat pada tahap verifikasi administrasi. Sejumlah pendaftar jalur afirmasi dinyatakan tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki kategori desil.
“Di SPMB jalur afirmasi itu terdapat siswa yang ketika dicek desilnya, mereka tidak ada kategori, jadi tidak termasuk desil di kolom nya. Nah, ini yang sudah kami coba konsultasikan dengan dinas sosial, baik dinas sosial kabupaten/kota maupun provinsi,” kata Deden.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah tidak dapat serta-merta menerima siswa yang tidak memiliki data desil tersebut. Hal ini dikarenakan pemerintah harus memiliki dasar yang valid untuk memastikan tingkat kesejahteraan keluarga calon siswa yang bersangkutan.
“Kalau kita terima juga, kita kan tidak tahu nanti kenyataannya mereka masuk desil berapa. Nanti salah lagi. Kalau mau dicek berdasarkan kondisi riil keluarganya, waktunya juga tidak cukup,” ujarnya.
Deden memperkirakan jumlah siswa yang terdampak masalah ini cukup banyak. Berdasarkan laporan sementara, hampir 50 siswa di wilayah Tangerang Raya gagal diterima melalui jalur afirmasi, belum termasuk data dari daerah lain di Banten.
“Kemarin saya dapat laporan dari Tangerang saja hampir 50-an di Tangerang Raya. Artinya itu menyebar, belum Serang, Pandeglang dan Lebak,” katanya.
Hingga saat ini, Pemprov Banten masih membahas opsi penyelesaian masalah kekosongan kuota afirmasi tersebut bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Sosial. Deden membuka kemungkinan para siswa yang terkendala administrasi tetap bisa diterima apabila verifikasi lapangan membuktikan mereka berhak.
“Nanti mungkin Dinsos akan coba memberikan kriteria, kira-kira setelah dilakukan tinjauan dari rumah ke rumah (door to door) yang bersangkutan itu masuk ke kategori mana. Mudah-mudahan bisa, karena waktunya juga sudah mepet,” kata dia.
Deden menegaskan persoalan data desil ini akan menjadi catatan penting bagi Pemprov Banten untuk memperbaiki sistem penerimaan siswa baru ke depannya.
“Tahun depan jadi evaluasi, berarti afirmasi mungkin harus dilakukan di awal,” ucapnya. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)









