Kesehatan

Angka Covid 19 Varian Omicron Terus Naik, Begini Gejalanya

Angka Covid 19 akhir-akhir menunjukan angka kenaikan yang ditengarai sebagai varian Omicron. Di Banten, kenaikan itu terjadi di daerah Tangerang Raya yaitu Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.

Cilakangnya, gejala Omicron disebut-sebut berbeda dengan varian Covid 19 sebelumnya. Informasi terbaru tercatat pada aplikasi ZOE COVID terdapat lima gejala teratas, seperti hidung berair, sakit kepala, kelelahan, bersin dan sakit tenggorokan.

Dikutip dari web Ciputra Hospital, begini gejala orang terpapar Covid 19 varian Omicron.

1. Sakit Kepala

Sakit kepala menjadi satu tanda paling aal dan lebih umum dari orang yang terserang varian Omicron daripada gejala lainnya seperti batuk, demam dan kehilangan penciuman.

Studi ini juga mengungkapkan, sakit kepala akibat COVID-19 cenderung cukup menyakitkan. Rasanya seperti berdenyut, menekan, hingga menusuk yang terjadi di kedua sisi kepala daripada di satu area. Sakit kepala ini dapat berlangsung selama lebih dari tiga hari dan cenderung tahan terhadap obat penghilang rasa sakit biasa.

2. Hidung Meler/Pilek

Hidung berair menjadi gejala kedua yang paling sering dilaporkan setelah sakit kepala dengan hampir 60 persen orang yang melakukan tes positif COVID-19.

Sementara seseorang yang memiliki gejala anosmia atau tidak dapat mencium bau juga melaporkan memiliki hidung berair. Gejala ini hampir sama dengan orang yang mengalami infeksi tingkat rendah berupa hidup berair.

Kesamaan gejala ini memungkin orang tidak mencurigai atau tidak mewaspadai sebagai gejala tertular virus Corona, lebih cenderung menduga sebagai akibat pilek atau alergi.

3. Bersin

Bersin biasanya menjadi mekanisme umum dari tubuh untuk membersihkan hidung. Namun studi Aplikasi ZOE menemukan bersin lebih dari biasanya menjadi pertanda seseorang yang telah terinfeksi Covid 19. Meskipun bertumpu pada bersin jauh lebih mungkin menjadi tanda pilek atau alergi.

Itu berarti banyak orang terinfeksi Covid 19 yang mungkin mengalami bersin-bersin, tetapi itu bukan gejala pasti karena bersin sangat umum.

4. Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan akibat Covid 19 terasa mirip seperti mengalami pilek atau radang. Namun, sakit tenggorkan terkait Covid 19 cenderung lebih ringan dan berlangsung tidak lebih dari lima hari. Jika sakit tenggorokan berlangsung lebih lama segera hubungi dokter umum terdekat.

Menurut data ZOE, hampir setengah dari orang yang terinfeksi COVID-19 melaporkan sakit tenggorokan. Meskipun ini lebih lebih sering terjadi pada orang dewasa berusia antara 18 – 65 tahun daripada orang tua atau mereka yang berusia di bawah 18 tahun.

Begini Gejala Omicron Secara Umum

1. Kehilangan Indra Penciuman

Anosmia atau hilangnya kemampuan indra penciuman untuk mencium bau. Gejala ini terus menjadi indikator terkuat infeksi Covid 19 terlepas dari usia, jenis kelamin seseorang atau tingkat keparahan penyakit. Selain kehilangan indra penciuman mereka sepenuhnya, mungkin tidak dapat merasakan makanan atau terasa hambar.

2. Batuk Terus Menerus

Salah satu dari tiga gejala utama Covid 19 yang disepakati bersama, yakni batuk secara terus-menerus. Menurut studi Aplikasi ZOE hanya sekitar empat dari sepuluh orang yang sakit dengan virus akan mengalami hal ini.

Sementara batuk virus Corona biasanya batuk kering dibanding batuk berdahak atau lendir yang mengindikasikan infeksi bakteri. Umumnya penderita akan mengalami batuk terus-menerus dalam waktu beberapa hari sekitar 4-5 hari.

3. Kelelahan

Kelelahan adalah salah satu gejala Covid yang lebih umum, baik dengan Omicron dan dengan varian virus sebelumnya, kata Dr. Lighter. Namun, biasanya jika seseorang mengalami gejala Covid, kelelahan tidak akan menjadi satu-satunya gejala.

Lantas, bagaimana cara membedakan kelelahan biasa dan akibat Covid 19? Biasanya untuk membedakannya dapat memperhatikan apakah gejalanya datang lebih tiba-tiba. Jika iya dan gejala kelelahan itu meningkat dengan sangat cepat maka itu pertanda bukan hanya kelelahan biasa.

4. Mual dan Muntah

Mual, diare dan kelelahan masuk dalam pencarian online teratas. Namun, gejala ini bukanlah hal yang baru untuk varian ini.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention mencantumkan mual dan muntah sebagai gejala virus yang lazim.

Andrew Pekoz, Profesor Mikrobiologi Mokuler dan Imunologi di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Omicron lebih memperlihatkan gejala yang ringan seperti mual dan pusing.

Sementara gejala infeksi yang terjadi pada usus dan perut lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi pada orang dewasa.

Virus ini dapat menginfeksi beberapa sel di saluran pencernaan pasien yang akan menyebabkan seseorang menghasilkan dahak lebih banyak saat mereka batuk. Jika seseorang menelan dahak tersebut, maka dapat mengiritasi dan mengganggu perut. (Ciputra Hostpital / Editor: Iman NR)

Iman NR

Back to top button