Sosial

Banten Terus Salurkan Bantuan UEP, JOSDK, Anak Terlantar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus menyalurkan bantuan UEP atau usaha ekonomi produkti, bantuan sosial JOSDK, anak dan lanjut usia, penyandang disabilitas, bantuan PMT Balita dan ibu hamil serta bantuan domba kelompok peternak.

Penyaluran itu antara lain dilakukan di halaman Kantor Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang, Sabtu (10/12/2022).

Rilis Biro Adpim Pemprov Banten yang diterima MediaBanten.Com, Minggu (11/12/2022) menyebutkan, Sunaiah (33) warga Desa Kadubeureum, Kecamatan Pabuaran merasa terbantu dengan bantuan UEP untuk mengembangkan usahanya.

“Usaha saya itu warung jajanan, tentu dengan bantuan ini terbantu banget, sebelumnya modal itu sangat terbatas,” katanya.

Hal senada disampaikan Suhariah (38) warga Desa Sukalaba, Kecamatan Gunungsari mengucapkan terimakasih atas bantuan untuk mengembangkan usaha warung jajanan miliknya.

“Ya bantuan ini juga untuk memperpanjang ke depan usaha saya. Saya berharap dengan bantuan ini dapat meningkat lagi usaha sata,” ujar Suhariah.

Rusnawati (30), warga Desa Kedungsoka, Kecamatan Puloampel menyampaikan syukur atas bantuan yang disalurkan Pemprov Banten, sehingga dapat menambahkan modal usahanya.

Rilis Biro Adpim Banten menyebutkan, bantuan tersebut merupakan sebagai bentuk pemerintah hadir bersama masyarakat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Pemprov Banten akan memantau apakah ini efektif berjalan dan apa lagi ke depan apa yang harus dipandu kembali.

Dikatakan, dengan bantuan UEP ini untuk mendorong masyarakat yang telah memiliki usaha dapat dikembangkan kembali.

Diharapak, ini dapat menjadikan tatanan perekonomian bagi keluarganya. Dan kedepan pihaknya akan melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha agar terus berkembang.

Kepala Dinas Sosial Banten, Nurhana mengatakan bantuan UEP di Kabupaten Serang disalurkan kepada 420 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Diharapkan bantuan tersebut dapat digunakan dengan sebaik mungkin untuk meningkatkan usahanya.

Turut hadir, Kepala Dinsos Kabupaten Serang Subur Prianto, Camat Gunungsari, Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten serta tamu undangan lainnya.

Bantuan Jamban

Sebelumnya, Pemprov Banten juga memberikan bantuan jamban 20 keluarga di Kelurahan Curug dan 57 keluarga di Kelurahan Cipete, Kota Serang. Bantuan jamban keluarga itu diserahkan dalam rangkaian Hari Bukti PU ke-77 tahun 2022.

Camat Curug Eni Sundaryani mengatakan, jamban ini merupakan bagian dari Program Sanitasi Total Berbasi Masyarakat (STBM) untuk menciptakan pola hidup yang sehat.

“Tapi ternyata program STBM yang kami lakukan itu mendapat dukungan juga dari Pemprov Banten. Ini suatu hal yang bagi kami sangat luar biasa sekali,” katanya.

Dikatakan Eni, sebelumnya beberapa kelurahan di Kecamatan Curug mendapat bantuan pembangunan MCK di beberapa lokasi. Namun itu tidak lama bertahan, karena kesadaran masayrakat untuk merawatnya masih kurang, sehingga cepat rusak.

“Tapi dengan bantuan pembangunan jamban kepada masing-masing KK ini, para penerima diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga tidak ada lagi buang air ke kebun (dolbon),” ujarnya.

Rilis Biro Adpim Banten menyebutkan, Pemerintah mempunyai beberapa isu strategis yang harus diselesaikan kaitannya dengan penurunan angka stunting.

Pada Hari Bakti PU ini, digelar kegiatan pembangunan jamban, agar sanitasi masyarakat bisa menjadi baik dan sehat. Lingkungan keluarga yang sehat itu merupakan bagian dari penurunan stunting.

Bantuan pembangunan jamban sebanyak 77 itu memang belum menyelesaikan secara keseluruhan. Namun ke depan, Pemprov Banten akan menambah pembangunan jamban sehat itu melalui anggaran yang dialokasikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengungkapkan, Dinas PUPR menyumbangkan material untuk pembangunan jamban. Pelaksanaan pembangunannya dilaksanakan anggota STBM, Karang Taurna dan masyarakat setempat.

Dikatakan Arlan, momen Hari Bakti PU Ke-77 diharapkan dapat memberikan kemanfaatan bagi masyarakat Banten, terutama dalam menunjang kesehatan lingkungan yang berimplikasi pada penurunan angka stunting dan gizi buruk.

“Besar harapan kami para penerima bantuan bisa menggunakannya dengan baik, sehingga lingkungan kita bisa menjadi sehat,” ujarnya. (*)

(Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button