Bupati Lebak Terima Kunjungan Pengurus IWO Banten

bupati lebak dan iwo banten

Bupati Lebak, Iti Ovtavia Jayabaya menerima kunjungan Ikatan Wartawan Online Banten bertempat di Setda Lebak, Selasa (19/11/2019).

Dalam pertemuan tersebut, pengurus IWO di hadapan Bupati Lebak menegaskan dukungannya terhadap visi Pemerintah Kabupaten Lebak dengan mengusung tema wisata dengan membuat program kerja IWO dalam mendukung visi tersebut.

“Sebetulnya kegiatan kami ini sebagai ejawantah bagaimana rasa cinta kawan-kawan jurnalis terhadap Kabupaten Lebak,” kata Teguh Mahardika, Ketua IWO Provinsi Banten.

Sementara itu, Ketua IWO Lebak Asep Alibuni menjelaskan, secara langsung program kerja yang dimiliki IWO guna mendukung visi Pemerintah Daerah, yaitu Program penyebarluasan Informasi Destinasi Wisata melalui media massa dan media sosial, press tour, pagelaran kesenian.

Baca:

Press Tour Destinas Wisata di Kabupaten Lebak dalam rangka mengukur potensi destinasi wisata dan turunanya, event organizer (pagelaran musik dan kesenian tradisional) guna memeriahkan kawasan destinasi wisata, koordinasi penyiapan masyarakat sadar wisata dan serta menyediakan fasilutas guide bagi pengunjung wisata ke Kabupaten Lebak.

“Selain membantu menyukseskan visi pemerintah, harapan IWO melalui kegiatan ini dapat menciptakan informasi positif terkait destinasi wisata di Lebak dan juga membantu meningkatkan perekonokian masyarakat di kawasan destinasi tersebut,” kata Asep Alibuni.

Bupati Lebak menyambut baik serta mendukung itikad dan tekad dari rekan-rekan IWO untuk berjuang bersama-sama Pemerintah Daerah guna kepentingan masyarakat.

“Tentunya pemerintah saja tidak cukup untuk membangun Lebak, diperlukan sinergitas seluruh elemen masyarakat, sehingga percepatan pembangunan diLebak dapat dilaksanakan secara maksimal” Pungkas Bupati Lebak. (Siaran Pers IWO Banten)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait