Danmenpur 2 Mar Lepas 15 Prajurit Marinir Ke Lebanon

Sebanyak 15 prajurit Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir dilepas untuk bertugas ke Lebanon. Prajurit itu akan bergabung Satgas UNIFIL Lebanon.

Pelepasan prajurit dilakukan Komandan Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir (Danmenbanpur 2 Mar), Kolonel Mar Citra Subono di Mako Menbanpur 2 Mar, Karangpilang, Surabaya, Senin (2/12/2019).

Ke-15 prajurit Menbanpur 2 Marinir di bawah pimpinan Kapten Mar Yudi Gupala akan bergabung dengan Satgas UNIFIL Lebanon.

Rinciannya 1 prajurit tergabung dalam Satgas Force Protection Company (FPC), 1 prajurit tergabung dalam Satgas Militery Police Unit (MPU) dan 13 prajurit tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-N/UNIFIL.

Tinta Emas

Damenbanpur 2 Mar mengatakan, penugasan ini merupakan bagian dari tinta emas Korps Marinir. Dan itu bukti keberhasilan pembinaan satuan Menbanpur 2 Mar yang selalu hadir dalam setiap Palagan, baik di dalam negeri maupun di tingkat Internasional dalam misi perdamaian dunia di bawah naungan bendera PBB.

Komandan mengharapkan, seluruh prajurit melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Prajurit selalu menjaga nama baik Bangsa dan Negara, serta Korps Marinir/TNI AL karena prajurit yang melaksanakan tugas ke luar negeri, mengemban amanah tugas negara dalam menjaga tugas perdamaian di Lebanon.

“Saya bangga kepada kalian yang telah terpilih untuk melaksanakan penugasan ke Lebanon, jaga nama baik Bangsa Indonesia dan TNI,” tegasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wadan Menbanpur 2 Mar Letkol Mar Darwin Tambunan, Pasintel Danmenbanpur 2 Mar Letkol Mar Yosafat R. Haryadi, Paslog Danmenbanpur 2 Mar Letkol Mar Bayu Aji AWW, Paspers Danmenbanpur 2 Mar Budi Setiarso, Pasops Danmenbanpur 2 Mar Letkol Mar M. Nurohman, Komandan Satuan Pelaksana dan Pamen di jajaran Menbanpur 2 Marinir. (Pasi Intel Menbanpur 2 Mar)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait