Desa Cimenteng Jaya Akan Bangun Waterboom Dari Dana Desa

Pemerintah Desa (Pemdes) Cimenteng Jaya, Kabupaten Lebak akan membangun obyek wisata Waterboom di desa setempat.

Kepala Desa Cimenteng Jaya, Aan Supyana mengatakan, pembangunan wahana rekreasi ini bertujuan meningkatkan perekonomian lokal. Anggarannya direncanakana dari Dana Desa selama tiga tahun ke depan.

Kepala Dinas DPMD Kabupaten Lebak, Rusito turut meninjau lokasi yang akan dijadikan program unggulan inovasi desa tersebut, bersama perwakilan TPID dan CV Trawistama pada Senin, 31 desember 2019.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak TPID Kecamatan Cibadak dan Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknik Desa dalam hal ini CV Trawistama yang melakukan survey dan monitoring ke beberapa titik yang memiliki potensi untuk dijadikan lokasi pengembangan Desa Wisata,” katanya.

Baca:

Inovasi Desa

Menurut Rusito, dalam upaya mengoptimalkan program inovasi desa, perlu kejelian dan keseriusan untuk menggali potensi daerah agar bisa mewujudkan desa yang mandiri dengan pengelolaan profesional.

“InsyaAllah pemerintah dari tingkat pusat sampai daerah akan terus mendorong desa-desa yang memiliki keseriusan membangun wilayahnya. Kami dari pemerintah daerah mengapresiasi ide-ide kreatif seperti ini. Selain itu, rencana ini senada dengan visi Bupati Lebak yang ingin mewujudkan Lebak sebagai daerah wisata”, tandasnya.

Namun Kades Cimenteng Jaya dab Kadis DPMD Kabupten Lebak tida menyinggung Permendesa PDTT No.11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020.

Sebab dalam Permendes itu tidak ditemukan penggunaan dana desa untuk membangun tempat rekreasi atau obyek wisata.

Dalam Pasal 5 disebutkan, Penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan di bidang Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Prioritas penggunaan Dana Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memberikan manfaat sebesar- besarnya bagi masyarakat Desa berupa: peningkatan kualitas hidup; peningkatan kesejahteraan; penanggulangan kemiskinan; dan peningkatan pelayanan publik. (Asep Rizal Murthado)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait