Internasional

Drama Korea Baru ‘The Glory’ Kantongi Peringkat Usia 19+

Serial drama Korea baru Song Hye-Kyo yang bertajuk “The Glory” memiliki peringkat usia 19+.

Penulis naskah Kim Eun-sook menyampaikan ada beberapa alasan drama “The Glory” memiliki rating usia yang tinggi dibanding drama lainnya.

Kata dia, alasan drama tersebut 19+ adalah lantaran ada pelecahan verbal dan kisah kekerasan di sekolah yang ekstrem.

Namun, hal itu juga karena kisah tentang memilih balas dendam pribadi, dan bukan balas dendam dalam sistem peradilan.

Dilansir dari Soompi, Rabu (28/11/2022), penulis naskah K-drama Crash Landing On You pada tahun 2019 dan Vicenzo pada tahun 2021 tersebut mengungkapkan bahwa tim produk tidak berada dalam posisi mendukung aksi balas dendam pribadi.

Lebih lanjut, Kim mengatakan tim produksi menganggap kisah aksi balas dendam karakter Dong-eun (Song Hye-Kyo) harus mendapat rating usia 19+.

“Saya percaya bahwa orang dewasa yang dapat menilai dengan baik harus menonton drama ini,” katanya.

Drama The Glory dibintangi Song Hye-Kyo, Lee Do-Hyun, Lim Ji-yeon, Yeom Hye-ran, Park Sung-hoon, Jung Sung-il.

Drama korea tersebut disutradarai Ahn Gil-ho ini menceritakan tentang mantan korban kekerasan brutal di sekolah yang bersumpah akan membalas dendam para penggangu.

Hal itu usai menjadi wali kelas sekolah dasar dari anak penganggunya.

Selain itu, Song Hye-Kyo beperan menjadi protagonist pendendam Moon Dong-eun, sedangkan Lee Do-hyun berperan menjadi pemeran utama pria yang rumit.

Kim juga menjelaskan ide drama korea tersebut berasal dari pertanyaan anak perempuannya tentang kekerasan di sekolah.

Anak perempuan kim bertanya tentang mana tindakan yang lebih menyayat hatinya, apakah melihat anaknya dipukuli sampai tewas, atau anaknya memukuli orang sampai tewas.

Oleh karena itu, dia memiliki banyak ide untuk membuat drama The Glory tersebut.

Saat menulis judul, kata Kim, dia membaca banyak unggahan para korban kekerasan di sekolah yang biasanya meminta permintaan maaf tulus daripada kompensasi yang sebenarnya.

“Di dunia yang sulit ini, saya bertanya tanya apa yang bisa didapat dari permintaan maaf yang tulis. Di saat kekerasan, Anda kehilangan hal – hal yang tidak dapat Anda lihat, seperti martabat, kehormatan, dan kemuliaan,” ungkap Kim.

Editor: Abdul Hadi

Abdul Hadi

Back to top button