Lingkungan

Gunung Anak Krakatau Tetap Dilarang Didekati Sejauh 5 Km

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap merekomendasikan masyarakat atau pengunjung tidak mendekati Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dengan jarak 5 Kilometer, meski aktivitas gunung api menurun.

Laporan Pos Pengamatan Gunung Anak Kratau (GAK), Minggu (9/4/2023) yang dikutip MediaBanten.Com menyebutkan, letusan teramati 300 meter dari puncak dan kolom abu letusan bewarna hitam.

Letusan itu terdiri dari 1 kali gempa letusan atau erupsi dan satu kali gempa trempor terus menerus.

Pengamatan pada periode pukul 00.WIB hingga 06.00 WIB menyebutkan, Gunung Anak Krakatau tertutup kabut 0 – III. Asap kawah tidak bisa teramati. Cuaca berawan dan angin lemah ke arah timur.

Namun pengamatan pukul hingga pukul 13.00 WIB menyebut, gunung api terlihat jelas. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan hitam dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak.

Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah timur laut. Suhu udara sekitar 26.3-29°C. Kelembaban 43-52%.Letusan teramati dengan tinggi 300 meter dari puncak, kolom abu letusan berwarna hitam.

PVMB juga menegaskan, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih ditetapkan level III atau siaga. Status ini ditetapkan berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental atas peningkatan aktivitas gunung api.

Berdasarkan analisis data observasi, kondisi itu akan diikuti dengan letusan utama. Artinya, jika peningkatan gunung api terus berlanjut, kemungkinan erupsi besar akan terjadi dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Provinsi Lampung erupsi atau mengepulkan asap dari kawah utama berwarna putih dengan ketinggian 500 meter dan tercatat 14 kali gempa, Sabtu (18/3/2023) (Baca: Gunung Anak Krakatau Semburkan Awan Putih Setinggi 500 Meter).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masyarakat baik pengunjung, wisatawan dan para pendaki tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Dikutip dari laman PVMBG, cuaca di sekitar gunung tersebut cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat daya. Suhu udara sekitar 28.7-28.8°C. Kelembaban 43-52%.

“Letusan teramati dengan tinggi 500 meter dari puncak, kolom abu letusan berwarna putih hingga kelabu,” tulis laporan PVMBG.

Sedang gempa tercatat sebanya 14 kali. Gempa itu terdiri dari 1 kali gempa letusan /erupsi, 7 kali gempa hybrid /fase banyak, 5 kali gempa vulkanik dalam dan 1 kali gempa tremor menerus. (INR)

Editor Iman NR

Iman NR

Back to top button