Kasus HIV / AIDS di Kabupaten Tangerang Diklaim Turun Tahun 2020

Jumlah pasien HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang diklaim turun 100 kasus dibanding tahun sebelumnya. Hal ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, yang mencatat sepanjang tahun 2019, ada 900 penderita, sedangkan tahun ini tercatat hanya 800 penderita.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang sepanjang Januari hingga awal Oktober 2020 tercatat 800 kasus. Jumlah kasus itu menurun dibandingkan tahun sebelumnya, dimana tahun 2019 tercatat 900 kasus.

“Artinya tahun ini hanya 800 kasus, sehingga menurun dibandingkan seoanjang 2019 yang tercatat 900 kasus,” beber Hendra, Kamis (3/12/2020).

Dikatakannya, Pemkab Tangerang sudah menyedikan obat Rejimen Anti-Retroviral (ARV) di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang. Sehingga penderita HIV/AIDS cukup datang ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan ARV.

Baca;

“Sebelumnya obat ARV hanya disedikan di rumah sakit, tapi sekarang puskesmas juga sudah ada. Jadi penderita juga mendatangi puskesmas terdekat,” tuturnya.

Berdasarkan laporan dari tenaga medis puskesmas, kata Hendra, penderita HIV/AIDS sudah mulai enggan mengambil obat ARV ke puskemas. Hal itu mungkin terjadi ada kebosanan penderita untuk mengkonsumsi obat ARV setiap hari.

Oleh karena itu, Hendra mengimbau, penderita HIV/AIDS untuk rutin mengambil obat ARV di Puskesmas.

“Laporannya memang penderita sudah sedikit yang mengambil obat ARV ke puskesmas, meskipun obat itu gratis. Padahal obat itu penting untuk memperlambat bertambah parahnya penyakit itu. mangkanya saya imbau agar penderita mau mengkonsumi obat ARV setiap hari,” pungkasnya. (Rivai Ikhfa)

Berita Terkait