Sosial

Kasus Kekerasan Anak Tinggi, Walikota Serang: Jangan Nonton Youtube

Walikota Serang, Syafrudin menanggapi terkait kasus kekerasan anak yang tinggi di Kota Serang. Dia minta anak-anak tidak menonton video di yotube dan film-film yang tidak positif.

“Anak jangan sampai diberikan kebebasan bermain, kebebasan nonton youtube dan film-film yang tidak positif,” ujar Syafrudin, Walikota Serang yang ditemui di Pemkot Serang, Rabu (22/12/2021).

Berdasarkan rilis Polres Serang Kota selama 2021 terdapat 69 Laporan Polisi (LP). Dari 69 LP itu sudah ditetapkan tersangka sebanyak 34 orang.

Kekerasan anak tinggi, kami berharap di tahun 2022 tidak ada kasus lagi,” ucap Syafrudin.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Serang telah bekerjasama dengan Polres Serang Kota.

“Kerjasama tersebut terkait penanganan yang lebih ekstra karena kasus ini terus meningkat,” katanya.

Syafrudin juga mengklaim, telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat karena sepenuhnya orang tua yang mendidik anak.

“Anak jangan sampai diberikan kebebasan bermain, kebebasan nonton film-film yang tidak positif,” ujarnya.

Sebelumnya, Polres Serang Kota mencatat, sejak Januari hingga Desember kasus laporan kekerasan seksual terhadap anak mencapai 69 laporan (Baca: Polres Serang Kota Tangani 69 Kasus Seksual Anak Selama Tahun 2021).

Kapolres Serang Kota, AKBP Maruli Hutapea mengatakan, dari 69 laporan pidana kekerasan seksual anak tersebut yang sudah berhasil diungkap hingga P21 sudah mencapai 50 persennya.

“Dari 69 LP itu sudah ditetapkan tersangka sebanyak 34 orang,” ucap AKBP Maruli Hutapea.

Yang sudah diungkap, ujar Kapolres, kasus asusila ini khususnya berkaitan dengan pencabulan ke korban anak mencapai 11 kasus, kekerasan terhadap anak 13 kasus dan pemerkosaan korban anak mencapai 26 kasus.

“Jumlah kasus kekerasan seksual anak di Kota Serang terus mengalami peningkatan, maka ini menjadi perhatian khsusus di Kota Serang karena kondisinya mengkhawatirkan,” terangnya.

Kapolres menambahkan, dengan kasus yang begitu tingga, pihak P2TP2A juga telah melakukan pendampingan dan terapi fisik.

“Saya himbau kepada orang tua agar dapat mengawasi anak-anaknya, terutama di waktu malam hari,” katanya. (Reporter: Hendra Hermawan / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button