Ketua MUI Banten Kutuk Bom Bunuh Diri di Katedral Makassar

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serang, KH Rahmat Fathoni mengutuk keras tindakan biadab bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (28/3/2021).

Akibat aksi bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral Makassar itu menyebabkan 19 orang menjadi korban serta sejumlah kendaraan rusak.

“Saya mengutuk keras kejadian bom bunuh diri itu karena tidak manusiawi dan biadab karena bertentangan dengan ajaran agama manapun,” ungkap KH Rahmat Fathoni, Selasa (30/3/2021).

Pimpinan ponpes Mathlaul Falah di Kecamatan Tanara juga mengapresiasi langkah cepat Kapolri dalam menangkap beberapa orang jaringan bom Katedral Makassar yang diduga terafiliasi jaringan JAD di beberapa daerah oleh Tim Densus 88.

Baca:

Rahmat Fathoni berharap kepolisian dapat mengungkap aktor intelektual serta pihak-pihak yang terkait dengan peristiwa ledakan bom bunuh diri di bumi Makassar.

“Harapan kami aparat kepolisian dapat mengungkap dalang dibalik bom bunuh diri tersebut. Kami juga, mendesak pemerintah memberantas jaringan terorisme yang berpotensi memecah belah bangsa Indonesia serta mengganggu kerukunan umat beragama,” ungkap Rahmat Fathoni.

Pihaknya menyerukan kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Serang untuk tetap tenang dan waspada untuk memelihara kerukunan antar umat beragama, percayakan sepenuhnya pada pimpinan Polri. KH Rahmat mengingatkan jangan kaitkan peristiwa peledakan bom ini dengan suatu agama, kelompok atau golongan tertentu baik dari sisi pelaku maupun korban.

“Kami menyerukan kepada semua tokoh dan pemeluk agama, serta pemimpin kelompok dan golongan serta masyarakat untuk menjaga persatuan dan kedamaian. Mari kita bersama berjaga dan antisipasi agar hal tersebut tidak terulang terjadi dimanapun,” tandasnya.

Sebelumnya, Sebuah bom bunuh diri meledak di depan Gereja Katedral Makassar di Jalan Kajaolalido MH Thamrin, Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (28/3/2021), sekitar pukkul 10.30 WITA (Waktu Indonesia Bagian Timur). Akibatnya, dilaporkan 14 korban mengalami luka yang kini tengah dirawat di rumahsakit setempat.

Diduga, aksi bom ini merupakan bom bunuh diri. Pelaku diduga terpotong-potong akibat ledakan. Polisi tengah mengolah tempat kejadian peristiwa (TKP) dan identitas pelaku belum bisa diketahui, termasuk asal jaringan pelaku. (yono)

Berita Terkait