Internasional

Kisah Pilu Dokter Bedah MSF Mengamputasi Korban di Lantai RS Gaza

Penyerbuan Israel ke jalur Gaza usai penyerangan Hamas Palestina, yang dilukiskan sebagai pembantai warga sipil membukukan ribuan kisah yang memilulkan, di antarnya Obeid, dokter bedah MSF yang bertahan di rumah sakit untuk menolong para korban.

KisahObeid, dokter bedah MSF yang bertahan menolong para korban perang dengan fasilitas yang sebagian telah hancur dan tak mampu lagi menampung pasien dikirimkan LO dan PR MSF Indonesia ke MediaBanten.Com, Rabu (25/10/2023).

“Ruang operasi kami penuh. Jadi, kami mulai melakukan operasi di lantai, di koridor. Perempuan ini adalah seorang ibu. Ia membawa putrinya yang masih kecil yang berumur sekitar 13 tahun, dengan kursi roda,” katanya.

Dan di lantai ini, dr Obeid sedang mengoperasi putra bungsu salah satu korban, berusia sembilan tahun, yang kakinya setengah diamputasi.

Dia menyatakan, rumah sakit kekurangan peralatan operasi dengan banyak kasus medis yang harus dihadapi. “Jadi kami lakukan amputasi hanya dengan sedikit obat penenang,” ujarnya.

Dia menunjukan bahwa orang memegang pasien ini di bagian kepala adalah ahli anestesi. Dia berusaha menjaga mulut anak itu tetap terbuka untuk mencegah dia tercekik.

“Kami mengamputasi dia di depan ibu dan adiknya, karena tidak ada tempat, dan adiknya menunggu untuk dioperasi selanjutnya,” kata dr Obeid.

Dia mengajak untuk membayangkan ini. “Gadis ini, anak berusia 13 tahun, sedang menunggu operasi, menatap saya, saat saya mengamputasi bagian tengah kaki kakaknya. Namun kenyataannya, inilah situasinya.” katanya.

“Ini yang terbaik yang bisa kami lakukan. Kami tidak bisa berbuat lebih banyak. Dan kami berharap Anda bisa sampaikan foto ini kepada kepada dunia. Seluruh dunia,” ujarnya.

Sebelumnya, Loay Harb adalah seorang perawat yang telah bekerja dengan Medecins Sans Frontieres (MSF) / Dokter Lintas Batas selama 15 tahun terakhir di Gaza di klinik luka bakar MSF menjadi salah saksi konflik Hamas – Israel di Jalur Gaza (Baca: Kesaksian Loay Harb, Perawat MSF di Konflik Hamas – Israel).

Sejak konflik Hamas – Isarel di Gaza, Palestina mulai 8 Oktober 2023, dia berlindung di rumahnya di sebelah kantor MSF di Kota Gaza bersama keluarga dan anak-anaknya.

Loay, seperti banyak warga lainnya, tidak memiliki makanan, air atau listrik. Dia menyampaikan dengan kata-katanya sendiri situasi putus asa di lapangan.

“Situasi di sini sangat sulit. Kami tidak memiliki listrik, air, atau internet. Tidak ada tempat yang aman dan situasinya sangat sulit: tidak ada keamanan, tidak ada roti. Allah bantu kami di masa sulit ini,” katanya. (Cici Riesmasari – LO PR MSF Indonesia)

Editor Iman NR

Iman NR

Back to top button