Kominfo Ancam Blokir Game Penuh Kekerasan “Pukul Guru Anda”

Game bernama “Pukul Guru Anda” menjadi perhatian setelah kasus meninggalnya Achmad Budi Cahyanto, guru seni rupa di SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura setelah dipukul muridnya. Menkominfo, Rudiantara mengaku telah mengirimkan surat ke penyedia konten agar menutup game tersebut paling lambat 2×24 jam. Jika tidak, Kemenkominfo akan memblokirnya.

Rudiantara mengatakan, judul game tersebut mengandung pesan yang provokatif. Konten game-nya pun mengandung kekerasan. ”Hari ini (Jumat, 2/2/2018 – Red) segera kami tindak lanjuti. Kami telah komunikasikan ke penyedia konten pada pukul 15.30. Penyedia konten diminta untuk menutup dalam waktu 2 x 24 jam. Jika tidak, akan kami blokir,” kata Rudiantara.

MediaBanten.Com  pada Sabtu (3/2/2018), pukul 17.25 WIB, yang masuk ke alamat game tersebut di poki.com/id/g/pukul-guru-anda mendapatkan permainan yang penuh dengan kekerasan dan kesadisan yang dilansir oleh Box10.com. Ketika diklik, seorang anak lelaki melemparkan benda panjang mirip penggaris ke arah guru yang tengah menulis dan benda itu menancap di kepala guru yang memuncratkan cairan warnah merah.

Setelah sesi itu berakhir, sengaja diklik more play game. Kemudian muncul, seorang guru berkacamata yang sedang membaca lembaran-lembaran kertas. Seorang anak lelaki duduk di sebuah kursi di sebelah kanan. Guru mengeluarkan suara seperti ngedumel. Ketika kursi yang diduduki anak lelaki itu diklik, tiba-tiba gambar bergerak cepat. Anak lelaki itu mengangkat kursi dan menghantamkan ke wajah guru berkacamata. Guru berusaha berdiri, dihantam lagi dengan kursi yang sudah terlihat patah-patah.

Baca: Klaim Santunan Jasa Raharja Bisa Gunakan Online

Tak hanya itu, anak lelaki itu menancapkan kursi yang terlihat berwarna di ujung, seolah darah dari sang guru. Anak lelaki naik ke kursi yang diperkirakan berada di atas tubuh guru, dan anak lelaki itu berloncat-loncat sambil menjejak alas kursi. Setelah itu anak lelaki loncat ke kanan, berdiri dan mengambil tas, diselempangkan ke bahu kanan. Dada anak lelaki itu terlihat turun naik, dari hidungnya tergambar asap atau angin dari hidung. Setelah itu, anak lelaki berjalan seperti biasa.

Unsur kekerasan pada game tersebut begitu kental. Memang, sebelum memulai game ada peringatan bahwa permainan tersebut mengandung unsur kekerasan. Namun, tidak dibarengi dengan pembatasan akses. Game tersebut bisa dengan mudah diakses. Tidak berlebihan, jika Kominfo memblokir game tersebut.

Menurut web itu, Poki adalah penerbit permainan lintas perangkat dengan 30 juta pengguna lebih dari seluruh dunia. “Di portal kami, kami telah memilih ribuan permainan online yang dapat Anda mainkan di hp, tablet, atau komputer. Kami bekerja sama dengan pihak pencipta permainan dan studio permainan yang ada di tempat kami, untuk selalu memberi Anda permainan online yang terbaru secara gratis. Misi Poki adalah untuk menjadi tempat bermain online yang paling seru untuk anak-anak dengan segala usia,” demikian tertulis di web tersebut.

Data dari whois.com menyebutkan, domain poki.com didaftarkan Seatle, Amerika Serikat melalui registrat amazon.com. Namun nama pemilik domain itu disamarkan dengan status sebagai private. (IN Rosyadi)