Peristiwa

Korban Tewas Gempa Cianjur Jadi 271 Orang, 40 Warga Hilang

Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) mencatat penambahan korban tewas akibat gempa Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Hingga Rabu malam terdapat 271 orang meninggal dunia.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan adanya penambahan korban jiwa yang telah ditemukan.

“Per hari ini, 271 jenazah sudah teridentifikasi. Hasil pencarian menemukan empat orang, tiga meninggal dunia di Cugenang dan satu selamat. Masih ada korban hilang 40 orang,” ujar Letjen TNI Suharyanto, Kepala BNPB dalam siaran pers, dikutip MediaBanten.Com, Kamis (24/11/2022).

Pendataan sementara, korban luka tercatat 2.043 orang dan mengungsi 61.908 orang. Sedangkan kerugian materil sebanyak 56.320 rumah mengalami kerusakan dengan rincian rusak berat 22.241 unit rumah, rusak sedang 11.641 unit rumah dan rusak ringan 22.090 unit rumah.

Fasilitas umum lainnya juga turut terdampak, antara lain 31 unit sekolah, 124 tempat ibadah, tiga fasilitas kesehatan, dan tiga belas gedung perkantoran.

Pencarian dan evakuasi gabungan dari tim SAR, BNPB, BPBD, TNI/POLRI dan relawan lebih dari 1.000 personil.

“Data ini dari Puskesmas dan Rumah Sakit di Cianjur, akan ditelusuri apakah termasuk yang sudah dimakamkan oleh keluarganya,” tambahnya.

Suharyanto menegaskan tim gabungan tanpa kenal lelah terus melakukan pencarian meski terkendala hujan.

“Pencarian dan evakuasi dilaksanakan secara terus menurus, meski hujan tim tanpa kenal lelah terus melakukan pencarian,” tegas Suharyanto.

“Rumah ini didata mulai RT, RW, kepala desa, Babinsa, Babinkamtibmas sampai kepala OPD, kepala OPD telah diperintahkan oleh Bupati untuk ikut melakukan pendataan, di samping itu adanya bantuan dari perguruan tinggi, tim PUPR juga telah turun melakukan pendataan,” tutur Suharyanto.

Letjen TNI Suharyanto menanggapi adanya keluhan warga terdampak gempa yang belum mendapatkan bantuan. Katanya, pendistribusian akan menggandeng perangkat desa setempat untuk memastikan kebutuhan terpenuhi.

“Pendistribusian logistik, setiap pagi jam 8 para Camat mengajukan kebutuhan dan akan disiapkan armada untuk melakukan pengiriman ke kantor Camat jam 9 setiap pagi, nanti kepala desa, babinsa dan babinkatibmas mendistribusilan ke titik-titik pengungsian,” ujarnya.

Kepala BNPB mengimbau kepada seluruh pihak untuk menyalurkan bantuannya melalui posko di Kantor Bupati Cianjur.

“Masyarakat dan lembaga lain yang ingin membantu masyarakat terdampak, satu pintu melalui posko, semua bantuan akan didistribusikan ke yang berhak,” kata Suharyanto.

“Jangan distribusikan sendiri karena cuaca tidak baik, jalanan kecil, menyebabkan jalanan terhambat, ada laporan pasukan evakuasi terhambat karena itu. Kemudian banyak warga luar datang untuk menonton korban bencana, akan ditertibkan oleh TNI/Polri,” ujar.

Penanganan benca gempa Cianjur, selain mendapat dukungan logistik juga mendapatkan dukungan personil dari berbagai pihak.

“Relawan sudah masuk, malam ini 193 organisasi relawan siap bantu dengan 2.904 personel yang terdata. Nantinya relawan akan membantu SAR, dsitribusi logistik, pendataan dan pemenuhan kebutuhan lain,” tutup Suharyanto.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 5,6 magnito (M) terjadi di daratan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022), pukul 13.21 WIB (Baca: Gempa Bumi 5,6 M Terjadi di Daratan Cianjur, Waspadai Susulan).

Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisik (BMKG) mencatat, pusat gempa bumi berada kedalaman 10 Km sebelah barat daya Cianjur dengan lokasi 6.84 lintas selatan (LS) dan 107.05 bujur timur (BT).

Menurut BMKG, guncangan gempa bumi ini dirasakan di Cianjur, Garut, Sukabumi, Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor, Bayah, Renaekek, Tangerang Selatan, DKI Jakarta, Depok, Tangerang dan Bakauheni.

(* / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button