Ati Dari Dinasti Aat Syafaat Ditanya Visi Misi Oleh Gerindra

Ati Marliati dari Dinasti Aat Syafaat mendatangi DPD Partai Gerindra Banten di Kota Serang, Sabtu (30/11/2019) untuk menjalani wawancara visi misi menjadi Calon Walikita Cilegon dalam Pilkada 2020.

“Visi misi saya adalah panggilan hati,” ucap Ati Marliati kepada wartawan di Kantor DPD Gerindra.

Meskti tidak menjelaskan apa yang dimaksudkan “Panggilan Hati”, kakak kandung Iman Aryadi, mantan Walikota Cilegon yang ditahan KPK karena suap Rp1,5 miliar ini tampak optimis soal pencalonannya di Pilkada Cilegon 2020.

Ati Mariati saat ini menjabat Wakil Walikota Cilegon dan merupakan anak dari Aat Syafaat (Almarhum), mantan Walikota Cilegon yang juga ditangkap KPK dan divonis bersalah karena terbukti korupsi pembangunan Pelabuhan Kubangsari Rp45 miliar.

ASN Guru

Sebelum jadi Wakil Walikota, Ati Marliati merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) berprofesi guru di Cilegon. Kemudian dia pindah ke struktural di lingkungan Pemkot Cilegon dan karirnya melejit.

Setelah Iman Aryadi ditangkap KPK, posisi Walikota Cilegon dijabat Edi Aryadi yang semula sebagai Wakil Walikota. Selanjutnya Ati menjadi Wakil Walikota.

Kepada wartawan di Kantor Gerindra Banten, Ati Marliati mengaku banyak pengabdian yang telah dilakukan untuk pembangunan Kota Cilegon, dibuktikan dengan menata karirnya mulai dari menjadi guru sampai saat ini menjadi Wakil Walikota Cilegon. Dia berharap bisa mensejahterakan masyarakatnya

“Saya sudah banyak mengabdi, seluruh tahapan karir sudah saya lalui,” katanya

“Bagaimana saya bisa mensejahterakan masyarakat dengan segala potensi yang ada di Kota Cilegon,” tambah Ati

Ati menyadari bahwa Kota Cilegon menempati jumlah tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi kedua di Banten, dan perlu diatasi secepatnya.

Ia menawarkan program peningkatan SDM yang unggul serta pengembangan investasi untuk mengatasi tingginya angka pengangguran.

“Yang paling saya tingkatkan adalah kualitas SDM masyarakat Kota Cilegon. Pengembangan investasi. Karena di Cilegon ini cukup banyak industri,” terangnya.

Menurutnya, hal itu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Cilegon.

Ia menjelaskan, secara kongkrit pihaknya harus memperbaiki SDM, karena baginya, SDM terkadang tidak sesuai yang dibutuhkan oleh industri (menyenaw)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait