Internasional

Lagi, Polandia Bakal Kirim 10 Tank Leopard Ke Ukraina

Menteri Pertahanan Polandia, Mariusz Blaszczak akan kirim 10 lagi tank Leopard 2 buatan Jerman ke Ukraina pada Minggu ini.

“Empat tank sudah berada di Ukraina, 10 lainnya akan dikirim ke Ukraina minggu ini,” ungkapnya dalam konferensi pers, dikutip dari Reuters, Jumat (10/3/2023).

Pemerintah Polandia juga berjanji untuk mengirim total 14 tank Leopard menuju Ukraina. Blaszczak pun menuju ke pertemuan para menteri pertahanan Uni Eropa di Stockholm pada Selasa untuk bahas keamanan Eropa dan dukungan untuk Ukraina.

Sejumlah negara Eropa juga telah menjadi pendukung utama Kiev dalam menghadapi gempuran pasukan Moskow.

“Kami dijadwalkan untuk melakukan pembicaraan dengan Boris Pistrius, menteri pertahanan Jerman. Masalah dasar akan kami bicarakan adalah rendahnya ketersediaan suku cadang untuk tank Leopard,” tuturnya Menhan Polandia.

Menurut dia, masalah ini dapat diselesaikan terutama untuk industri senjata Jerman dan Polandia dan juga siap produksi suku cadang tersebut.

“Kami siap meluncurkan pusat layanan di Polandia, yang akan menangani perbaikan dan layanan tank Leopard yang dikirim ke Ukraina,” ungkapnya.

Sebelumnya, CEO perusahaan migas Polandia, PKN Orlen, Daniel Obajtek menyampaikan bahwa Rusia tengah menahan pasokan minyak ke Polandia yang disalurkan melalui jaringan pipa Druzhba.

Dikatakan Daniel, PKN Orlen dapat membuka sumber lain agar minyak tetap tersalurkan. Penghentian pasokan lewat pipa terjadi sehari usai Polandia kirim tank Leopard pertamanya ke Ukraina.

Lebih lanjut, jalur pipa Druzhba sebenarnya tak terkena sanksi Uni Eropa terhadap Rusia yang menyusul invasi ke Ukraina.

“Rusia telah mengentikan pasokan migas ke Polandia dan kami sudah siap. Hanya 10 persen minyak mentah yang berasal dari Rusia dan kami akan menggantinya dengan minyak dari sumber lain,” cuit Kepala Eksekutif PKN Orlen Daniel Obajtek di Twitter. Baca Selengkapnya: Polandia Kirim Tank Leopard ke Ukraina, Rusia Stop Kirim Migas

Editor: Abdul Hadi

Abdul Hadi

Back to top button