Linda Haryadi Raih Doktor Perikanan dan Kelautan di UB

Linda Haryadi, mahasiswa S3 Program Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya (FPIK UB), berhasil meraih gelar Doktor di FPIK UB, setelah sukses mempertahankan disertasi di depan Sidang Ujian Disertasi Program Pascasarjana FPIK UB, Rabu (13/11/2019).

Sidang terbuka yang digelar di Ruang Seminar Lantai 2 FPIK UB dipimpin oleh Prof.Dr.Ir.Happy Nursyam, MS, didampingi oleh Prof. Dr.Ir. Eddy Suprayitno,MS sebagai Promotor, Prof. Dr. drh.Aulani’am, DES sebagai Ko-Promotor 1, Dr. Ir. Anik Martinah Hariati, M.Sc sebagai Ko-Promotor 2, Dr. Ir. I Nyoman Suyasa, MS sebagai penguji tamu, dan penguji lain antara lain Prof. Dr. agr Mohamad Amin, S.Pd, M.Si, Dr. Ir. Bambang Budi Sasmito, MS dan Dr. Ating Yuniarti, S.Pi, M. Aqua.

Mengawali ujian, Promovenda memaparkan hasil penelitian untuk disertasi dengan judul “Isolasi dan karakterisasi protein imunogenik Anisakis typica sebagai kandidat biomarker keamanan produk ikan,” berlatar belakang bahwa ikan yang dikonsumsi manusia harus bebas dari bahaya bilogis yang menyebabkan penyakit pada manusia.

“Tujuan penelitian identifikasi nematoda Anisakis typica secara morfologi dan molekuler dan melihat respon imun yang ditimbulkan akbibat makan ikan yang terinfeksi parasit ini sehingga yang diharapkan ataupun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai bahan referensi untuk monitoring keamanan produk ikan” jelasnya.

Perempuan kelahiran Desa Tuapukan, Kab. Kupang, NTT, 30 April 1975 ini berhasil meraih predikat Sangat Memuaskan dan nilai ujian disertasi A. Setelah ujian berakhir, para tamu undangan memberikan ucapan selamat kepada Promovenda dan keluarga. (Yosafat R Hardi/Menkav 2 Mar)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait