Ekonomi

Andika Klaim Keberhasilan Pembangunan Banten di Acara Musrenbang

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengklaim sejumlah keberhasilan pembangunan Banten mulai dari peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), peningkatan indikator pendidikan, kemiskinan dan pengangguran dan lainnya.

Klaim keberhasilan itu dikemukakan Andika Hazrumy saat membuka Musrenbang atau Musyawarah Rencana Pembangunan RKPD atau Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2023 di Hotel Novotel, Tangcity Mall, Kota Tangerang, Kamis (7/4/2022).

Andika mengatakan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terjadi tahun 2021 dengan capaian IPM sebesar 72,72 poin atau meningkat 0,27 poin dari tahun sebelumnya. Angka ini lebih baik dibandingkan IPM nasional yang mencapai 72.29 poin.

IPM itu ditunjang dengan umur harapan hidup (UHH) 70,02 tahun, harapan lama sekolah (HLS) 13,02 tahun, rata-rata lama sekolah (RLS) 8,93 tahun. Pengeluaran per kapita per tahun sebesar Rp12 juta.

Laju pertumbuhan ekonomi Banten tumbuh positif 4,44% atau pulih dari kondisi perekonomian tahun 2020 yang mengalami pertumbuhan negatif -3.38%.

“Serta lebih baik dibandingkan perekonomian nasional yang hanya tumbuh 3.51%,” imbuhnya.

Andika juga mengklaim persentase penduduk miskin turun jadi 6,5% dibanding tahun 2020 sebesar 6,63%. Angka tersebut masih lebih baik dari tingkat kemiskinan nasional yang mencapai 9,71%.

Angka kemiskinan tersebut mengalami penurunan sebesar 0,13 poin dibanding kondisi tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan berkurangnya jumlah penduduk miskin sebanyak 15.000 orang.

Klaim serupa diajukan pada persentase pengangguran terbuka tahun 2021 sebesar 8,98%, turun dari tahun 2020 sebesar 10,64%. Atau turun 1,66% dengan angka 99.000 orang.

Raihan penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK juga tidak lupa disebutkan. Setidaknya selama 5 tahun, Banten selalu meraih WTP.

Tak lupa juga menyebut penghargaan pencegahan korupsi dari KPK, Provinsi sangat inovatif dari Kemendagri, peringkat pertama manajemen kepegawaian dari BKN dan predikat Provinsi informatif dari Komisi Informasi Republik Indonesia.

Menurut Andika, pencapaian tersebut tidak terlepas dari peran Pemerintah Kabupaten/Kota yang sudah sangat membantu kerja-kerja pembangunan yang dilakukan Pemprov Banten.

“Tentu saja berkat kontribusi yang tidak sedikit dari Kabupaten/Kota,” papar Andika di hadapan peserta Musrenbang yang juga terdapat para Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Banten.

Tampak hadir Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Wakil Walikota Tangerang Sachrudin, dan Wakil Walikota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan.

Berikutnya Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi dan Wakil Bupati Pandeglang Tanto W Arban.

Kepala Bappeda Banten Mahdani dalam laporannya mengatakan, Musrenbang RKPD merupakan akumulasi dari tahapan perencanaan, melalui pendekatan partisipatif, teknokratis, politis, top down dan bottom up.

“Maksud dan tujuan pelaksanaan Musrenbang ini dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dari para pemangku kepentingan dalam rangka penyempurnaan rancangan RKPD tahun 2023,” kata Mahdani.

Musrenbang diikuti oleh 290 peserta, dengan 199 hadir secara tatap muka dan 91 hadir melalui online.

Peserta antara lain terdiri dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Pimpinan DPRD Banten, Bupati/Walikota se-Banten, Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-Banten, Perangkat Daerah Provinsi Banten, perwakilan dunia usaha, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi profesi.

Turut memberikan materi paparan Sekretaris Jenderal Kemendagri Suhajar Diantoro dan Deputi Pendanaan Pembangunan Bappenas Scenaider Clasain Hasudungan Siahaan. (Biro Adpim Banten / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button