Partai Demokrat Banten: Kinerja Gubernur Banten Tidak Memuaskan

Kinerja Wahidin Halim, Gubernur Banten yang juga kader Partai Demokrat ternyata kurang memuaskan. Ketidakpuasan ini terungkap dari hasil survey Voxpol Center yang dirilis DPD Partai Demokrat Banten kepada wartawan di Kantor DPD Partai Demokrat di Kota Serang, Kamis (21/3/2019).

Hasil survey Voxpol Center menyebutkan, sebanyak 39,3 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja Wahidin Halim, Gubernur Banten. Sedangkan yang menyatakan puas sebanyak 35,7 persen dan yang menyatakan tidak tahu/ tidak menjawab sebanyak 20,8 persen.

Ketua Bapilu Partai Demokrat Banten, Nasrul Anas mengatakan, beberapa alasan ketidakpuasan warga terhadap kinerja Gubernur Banten antara lain sulitnya mencari pekerjaan sebanyak 31,5 persen, harga kebutuhan pokok yang tinggi sebanyak 30,6 persen, jalan rusak atau tidak memadai 9,4 persen, biaya pendidikan mahal 3,5 persen, tingkat kemiskinan 3,4 persen dan pelayanan birokrasi yang buruk 3,2 persen. Masalah lainnya berada di kisaran angka 1-2 persen.

Baca: Rakor KPU Kota Serang: 6 Lokasi Ditetapkan Sebagai Kampanye Terbuka

“Pertama lapangan kerja ini persentasinya tinggi, kalau kita lihat dari janji gubernur belum tuntas. Segemen kedua hasil survei yakni bahan pokok makanan yang tinggi, mungkin ini bukan hanya dipengaruhi karena kebijakan gubernur ya. Tetapi keterkaitannya diatas yah (pemerintah pusat), dan segemen ketiga yang paling menonjol itu infastruktur,” katanya.

Nasrul mengaku, hal ini tentunya tidak hanya menjadi cambuk bagi Gubernur Banten, tetapi menjadi cambuk pula bagi Partai Demokrat. Hal itu dikarenakan Partai Demokrat merupakan partai pengusung.

“Pak Gubernur sendiri kan kader Partai Demokrat. Ini akan dijadikan bahan koreksi. Selisihnya itu hanya 4 persen terhadap kepuasan masyarakat. Ya mayoritasnya tidak puas, ini tentunya akan berimbas ke Partai Demokrat,” katanya.

Nasrul mengatakan, hasil ini akan dijadikan evaluasi bagi para kader partai demokrat untuk meningkatkan elektabilitas partai demokrat. Karena, samapai saat ini dari target 14 kursi, baru bisa tercapai hanya 11 kursi. (Sofi Mahalali)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait