Pemkab Serang Bertekad Capai Target Universal Access Tahun 2019

Foto: Yan Cikal

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berikan perhatian ke masyarakat di bidang hygiene dan sanitasi yang sejalan dengan komitmen mencapai target universal accsess tahun 2019, yaitu penduduk bisa akses terhadap air minum, tidak ada pemukiman kumuh dan penduduk bisa akses terhadap sarana sanitasi.

Hal ini dikatakan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat deklarasi Kecamatan dan Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) di Lapangan Ponpes Nurul Ilmi Darunnajah 14 Pabuaran, Senin (23/10/2017). Sebelumnya, Pemkab Serang meluncurkannya program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) di tahun 2008 merupakan pendekatan kepada masyarakat  untuk merubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Deklarasi tersebut turut hadir Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Sekertaris Daerah Agus Erwana, Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Dedi Sufyan.

Tatu menjelaskan , indikator outcome STBM  yaitu  menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.

”Kabupaten serang telah melaksanakan program stbm sejak tahun 2008.Namun,  hasil monitoring dan evalusi pelaksanaan kegiatan ini, pencapaian target kegiatannya masih jauh dari yang diharapkan, yaitu baru 27 desa (8,3%) dari 326 desa yang ada di kabupaten serang yang telah stop buang air besar sembarangan (SBS),” ungkapnya.

Tatu mengatakan, hambatan dari program tersebut karena rendahnya kesadaran secara kolektif bersama dalam melaksanakan stop buang air besar sembarangan, sosialisasi pendekatan stbm pada kades dan camat belum optimal, sosialisasi pendekatan stbm pada kades dan camat belum optimal.

” Menjadi tantangan bagi kabupaten serang, agar program stbm khususnya pilar 1 (satu) dapat mencapai hasil yang diharapkan, yaitu 100% penduduk memiliki akses terhadap sanitasi di tahun 2019,” katanya.

Ia juga berharap, melalui deklarasi tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu bagi wilayah lainnya di kabupaten serang agar mejadi wilayah yang stop buang air besar sembarangan. Pada akhirnya menjadikan kabupaten serang  mencapai target 100 persen masyarakatnya terakses sanitasi. “Jangan sampai tahun depan masih membicarakan hal ini untuk dibahas karena program ini harus diselesaikan tahun ini secara tuntas, silahkan duduk bersama dan selesaikan masalah ini secara bersama,” imbuhnya.

Selain itu, Sekertaris Dinkes Kab serang Dedi Sofyan  menuturkan,  perubahan perilaku masyarakat yang sulit untuk diperbaiki karena belum ada jamban yang tersedia di masing-masing rumahnya. Sehingga upaya dengan adanya sanesati total bisa  stop buang air besar sembarangan. “Dengan ini diperlukan rolling model SBS untuk kecamatan lain di Kabupaten Serang dan mendeklarasi dirinya untuk stop bab sembarangan agar dari desa dan kecamatan  lain bisa mengikuti,” katanya.

Sufyan akan mengadakan   pertemuan dengan seluruh dinas terkait dan masing-masing camat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut pada tahun 2017 sehingga instruksi Bupati bisa dilakukan dengan baik. “Tadi ibu sudah menegur kita semua agar menyelesaikan pada tahun ini, sehingga 2018 tidak lagi ada wacana buang air besar yang sembarangan,” ujarnya. (Tim / Cikal)

Berita Terkait