Keuangan

Perubahan APBD Banten Tambah Rp667 Miliar, Jadi Rp11,3 Triliun

Pemprov Banten mendapat tambahan Rp667 miliar dalam anggaran perubahan APBD tahun 2022 sesuai dengan KUA PPAS. Secara keseluruhan pendapatan naik jadi Rp11,3 triliun atau naik 6,7 persen.

Al Muktabar, Pj Gubernur Banten dalam rilis Biro Adpim Banten yang diterima MediaBanten.Com, Rabu (14/9/2022) mengatakan, kenaikan itu berdasarkan asumsi hitungan yang aktual dan rasional.

Postur KUA PPAS APBD 2022 terdiri atas pendapatan Rp11,3 triliun, pajak daerah Rp7,9 triliun, pendapatan transfer dari pemerintah sebesar Rp2,8 triliun termasuk dana insentif daerah Rp44,9 miliar, pendapatan hibah sebesar Rp 6,2 miliar dan beberapa pendapatan yang sah sebesar Rp 6,2 miliar.

Belanja Daerah sebesar Rp11,833 triliun, antara lain untuk Belanja Bantuan Keuangan sebesar Rp128,5 miliar, serta pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo Rp34,6 miliar. Jumlah pengeluaran pembiayaan sebesar Rp49,6 miliar,

Pembahasan perubahan merupakan hasil dari Pendapatan Daerah APBD murni dari hasil finalisasi pembahasan perubahan KUA KPPS APBD TA 2022 yang hasilnya menjadi Rp 11,3 triliun. Sehingga terdapat penambahan pendapatan sebesar Rp 667 miliar atau 6,27%.

“Target kami sesuai dengan potensi yang ada,” ungkap Al Muktabar usai mengikuti Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi Terhadap Nota Pengantar Gubernur Mengenai Raperda Tentang Perubahan APBD 2022 di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa (13/9/2022).

Dikatakan, target pendapatan dibahas bersama sesuai kalkulasi, dan potensi. “Mudah-mudahan tidak ada hal-hal mendasar yang berubah, sesuai dengan estimasi. Sektor formal berjalan dengan baik,” ungkap Al Muktabar.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Barhum itu, fraksi-fraksi DPRD Provinsi Banten mengapresiasi atas peningkatan target pendapatan daerah pada APBD Perubahan TA 2022 Provinsi Banten.

Mayoritas fraksi memberikan catatan langkah-langkah yang ditempuh dalam optimalisasi pendapatan daerah yang masih didominasi pajak kendaraan bermotor.

Beberapa catatan fraksi-fraksi terhadap APBD Perubahan Tahun Anggaran 2022 Provinsi Banten di antaranya penyertaan modal kepada PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM) dan respon terhadap kenaikan harga BBM.

Disoroti juga kinerja APBD untuk mempertahankan capaian indikator makro tahun berjalan (2022) yang cukup bagus, agenda reformasi birokrasi menuju good and clean governance, hingga upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19 serta kenaikan harga BBM. (Biro Adpim Banten / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button